Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai diguncang gempa, Palu Grand Mal bakal segera dibuka pemiliknya

Usai diguncang gempa, Palu Grand Mal bakal segera dibuka pemiliknya Gempa Palu. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengusaha mal Sulawesi Tengah, Karman Karim berkomitmen untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat Kota Palu pascagempa dan tsunami yang mengguncang sejumlah daerah di provinsi itu dengan membuka kembali Palu Grand Mal.

"Target saya dua minggu ke depan sudah bisa buka," kata dia seperti ditulis Antara Palu, Jumat (5/10).

Dia mengatakan, untuk pertama kali pascagempa dan tsunami, Palu Grand Mal akan membuka penjualan bazar bahan pokok dengan harga murah sehingga bisa terjangkau oleh warga yang saat ini sedang dilanda bencana.

Pemilik Palu Grand Mal itu mengatakan gempa dan tsunami pada Jumat (28/9) petang tersebut tidak meluluhlantakkan mal miliknya sehingga secara konstruksi masih layak untuk digunakan kembali. "Sebagian yang rusak itu hanya lantai dasar karena dihajar tsunami. Tapi lantai atas kan tidak apa-apa," katanya.

Pada lantai dua, tiga, dan empat mal itu, kata Karman, tidak mengalami kerusakan berat sehingga hanya butuh penataan kembali interiornya. Karman mengatakan, pembersihan mal sudah dilakukan sejak tiga hari terakhir sehingga diperkirakan dalam waktu dua minggu ke depan, mal terbesar di Kota Palu itu sudah bisa beroperasi kembali.

"Ini bukan soal bisnis, tapi kita mau perekonomian di kota yang kita cintai ini segera kembali bangkit," katanya.

Sambil membersihkan dan menata kembali desain interior mal tersebut, pihak manajemen juga menunggu pasokan barang dari distributor. Namun, jika pasokan barang nantinya lambat sementara mal sudah siap beroperasi maka sebagian barang dari mal Poso akan didatangkan ke Palu Grand Mal untuk mengisi kekosongan.

Dia mengatakan jika mal tersebut kembali buka, masyarakat melalui penerimaan tenaga kerja akan kembali bergeliat pascagempa dan tsunami. "Ayo kita sama-sama membangun kembali ekonomi di daerah kita," ajaknya.

Karman mengaku prihatin dengan dampak gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi tersebut, terutama terkait dengan tindakan kriminalitas yang dilakukan oknum warga yang tidak bertanggung jawab dengan menggondol barang-barang elektronik, otomotif dan mebel di pusat perbelanjaan modern tersebut.

"Secara pribadi saya bersyukur karena kita bisa menyaksikan kekuasaan Allah dengan tanah goyang. Itu baru cobaan kecil, bagaimana kalau gunung-gunung berterbangan seperti kapas," katanya.

Dia mengaku sedih karena bencana yang mestinya menjadi pelajaran untuk umat manusia tersebut, justru dimanfaatkan untuk kegiatan kriminal dengan mengambil barang-barang yang tidak sepantasnya diambil untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari selama di pengungsian.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP