Uni Eropa Persilakan Indonesia Bawa Sengketa Kelapa Sawit ke Forum WTO

Rabu, 20 Maret 2019 20:39 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Uni Eropa Persilakan Indonesia Bawa Sengketa Kelapa Sawit ke Forum WTO Kelapa Sawit. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia berencana akan membawa kasus kampanye hitam kelapa sawit yang dilakukan pemerintah Uni Eropa ke forum WTO. Pemerintah akan menempuh segala cara untuk menentang rencana kebijakan Uni Eropa, jika diskriminasi minyak kelapa sawit Indonesia masih diteruskan.

Menanggapi hal ini, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei, Vincent Guerend mempersilakan jika Indonesia memandang perlu membawa ke WTO.

"Jadi, langkah Indonesia itu benar, dan di negara manapun, jika ada perselisihan perdagangan memang dibawa ke WTO," kata dia, saat ditemui, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (20/3).

Menurutnya, memang WTO menjadi tempat penyelesaian bagi negara manapun yang memiliki masalah dengan perdagangan internasional. "Jika tidak setuju dengan sebuah perjanjian perdagangan, memang langkah terbaiknya adalah membawanya ke WTO," ucapnya.

"Kita sangat percaya sengketa dapat diselesaikan di WTO," imbuhnya.

Vincent pun membantah jika selama ini Uni Eropa melakukan diskriminasi terhadap produk minyak sawit asal Indonesia. Dia menegaskan bahwa Uni Eropa merupakan pasar terbuka. Uni Eropa pun tidak melakukan kampanye hitam terhadap produk minyak sawit

"Tidak sama sekali. Kami sudah mengatakan kepada Anda bahwa kami merupakan pasar yang terbuka," tegas dia.

Terkait rencana Indonesia untuk memboikot produk Uni Eropa, kata dia, hal itu tentu akan berdampak negatif bagi kedua negara. "Kalau Indonesia boikot produk UE akan menjadi lose-lose dan kita maunya ada win-win dalam sustaibalibity," imbuhnya.

Apalagi saat ini Indonesia dan Uni Eropa tengah membahas perjanjian kerja sama Indonesia-EU CEPA. "Dan dalam CEPA saya katakan sebelumnya ini berdasarkan pada kepentingan bersama dan akan menjadi win-win," ujarnya.

"Pembahasan ronde 7 kemarin dengan sangat baik dan maju ke depan. Dan kita ada bab tentang sustainability and developmet terkait fishery, palm oil, dan komoditas dan ini berat karena jadi bagian penting dalam negosiasi," tandasnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Kelapa Sawit
  2. Uni Eropa
  3. WTO
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini