Tumpas pengecer bensin liar, Pertamina bakal ajak tentara jaga SPBU

Rabu, 6 Juli 2016 16:30 Reporter : Siti Nur Azzura
Tumpas pengecer bensin liar, Pertamina bakal ajak tentara jaga SPBU Antrian kendaraan di SPBU. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Pemasaran PT Pertamina Achmad Bambang pihaknya bakal menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di jalur mudik. Hal ini untuk menghilangkan praktik pembelian oleh pengecer bensin liar.

Menurutnya, praktik ini membuat stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU habis. Imbasnya, pemudik yang kehabisan bensin karena kemacetan tidak kebagian jatah.

"Saya sudah minta polisi untuk jaga (SPBU) tapi rupanya polisi disibukkan dengan mengatur lalu lintas, jadi kami minta yang jaga SPBU biar TNI saja," imbuhnya di Jakarta, Rabu (6/7).

Praktik pengecer bensin liar ini, lanjutnya, juga merugikan pemudik sebagai konsumen. Sebab, mereka dipaksa membeli dengan harga tinggi.

"Cuma satu saya belum bisa antisipasi adalah pengecer liar dari awal dia jualan terus hembuskan isu SPBU-nya kosong. Mereka maksa petugas SPBU untuk isi dirigen dan itu jadi keluhan kami di konsumen. Kasihan yang sudah antri-antri, kemudian mereka jual mahal. Kasihan masyarakat kan yang dijual mahal," kata Bambang.

Selain itu, dia memastikan cara-cara yang dilakukan pihaknya untuk memastikan pasokan BBM selama Ramadan sudah efektif. Yakni muulai dari bensin dalam kemasan dan penjualan BBM menggunakan sepeda motor.

Pertamina juga akan menyiapkan kembali BBM dalam kemasan untuk mengantisipasi antrean saat arus balik. "Kami akan siapakan 30 KL kemasan, nanti air mineral bright dan makanan kecil bright kita siapkan gratis," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, penyebab kemacetan selama mudik salah satunya yang terjadi di pintu keluar tol Brebes Timur disebabkan oleh banyak pengemudi mengantre masuk SPBU usai keluar gerbang tol.

"Banyak pengemudi yang hendak mengisi bensin akibat kehabisan bensin," ujarnya seperti dilansir Antara, Jakarta. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini