Triwulan IV 2018, Pegadaian siap ekspansi ke bisnis pinjam meminjam online

Kamis, 13 September 2018 17:49 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Triwulan IV 2018, Pegadaian siap ekspansi ke bisnis pinjam meminjam online Pegadaian. ©2016 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Direktur Teknologi Informasi Digital PT Pegadaian (Persero), Teguh Wahyono, menyatakan pihaknya tidak melihat industri keuangan berbasis teknologi atau fintech sebagai saingan melainkan rekan potensial. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat Pegadaian akan menggandeng beberapa fintech berbasis pinjam meminjam atau peer to peer lending (P2PL) untuk bekerjasama.

"Jadi kita mengundang fintech ini kan sebagian besar peer to peer jadi mereka tidak punya uang sendiri tetapi uang yang minjam dari peer lain," kata Teguh saat ditemui dalam sebuah acara diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/9).

Dia menjelaskan, Pegadaian akan berperan sebagai pemberi pinjaman. "Jadi fintech-fintech yang peer to peer tadi bisa datang ke Pegadaian untuk kerja sama, channeling sehingga mereka yang menyalurkan, dananya dari Pegadaian," ujarnya.

Sejauh ini, lanjutnya, sudah ada 5 fintech besar Tanah Air yang mengajukan diri untuk bekerjasama dengan Pegadaian. Namun, dia enggan menyebutkan nama-nama fintech tersebut. "Sudah ada beberapa nama yang dalam proses sekarang. Gede-gede lah fintech gede-gede. Mereka minta sampai Rp 500 miliar gitu."

Kerjasama ini ditargetkan bisa terealisasi di triwulan-IV 2018. Pegadaian juga tidak membatasi jumlah fintech yang ingin bekerjasama. "Kita juga kerjasama teknologi karena kita juga sedang mengembangkan platform. Karena gini, sebagian fintech tadi kan ada yang fokus di online ada yang fokus di offline. Nah kita pengennya menjangkau semua, itulah kenapa kita kerjasama dengan banyak pihak fintech."

Dia mengungkapkan Pegadaian tidak main-main dalam transformasi digital tersebut. Dibuktikan dengan separuh dari Capex (Capital Expenditure) Pegadaian tahun ini dialokasikan untuk digitalisasi.

"Total capex Pegadaian tahun ini Rp 1 triliun lebih. Tapi kira-kira hampir 40 - 50 persen memang dipakai untuk digital. Banyak program yang dilakukan termasuk memperbaiki infrastrukturnya dimulai dari membangun data center, DRC, cyber security, big data." [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini