Triwulan III 2018, Bank Mandiri catatkan laba Rp 18,1 T tumbuh 20 persen

Rabu, 17 Oktober 2018 17:24 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Triwulan III 2018, Bank Mandiri catatkan laba Rp 18,1 T tumbuh 20 persen Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Sulaiman Arif Arianto. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) meraup laba bersih sebesar Rp 18,1 triliun sepanjang triwulan-III 2018. Angka ini tumbuh sebesar 20 persen secara year on year (yoy) atau periode yang sama pada tahun lalu yang hanya sebesar Rp 15,1 triliun.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Sulaiman Arif Arianto, menyebutkan kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh meningkatnya net interest income sebesar 4‚2 persen menjadi Rp 40,5 triliun dan fee based income sebesar sebesar 11,4 persen menjadi Rp 18,75 triliun.

"Di sisi lain, biaya operasional berhasil terus ditekan dan hanya tumbuh single digit berkat penerapan prinsip efisiensi secara konsisten di seluruh proses bisnis," kata Sulaiman di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (17/10).

Menurut Sulaiman, persaingan yang semakin ketat serta kebijakan suku bunga yang diterapkan Bank Indonesia (BI) menuntut perseroan melakukan perbaikan yang signifikan baik dari sisi pengelolaan aset produktif serta penajaman fokus bisnis.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Mandiri mencatat telah mencapai Rp 831,1 triliun atau tumbuh 9,2 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 761,5 triliun. Sementara, aset Bank Mandiri hingga September 2018 tercatat sebesar Rp 1.173,6 triliun atau tumbuh 8,8 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 1.078,7 triliun.

"Pada triwulan III-2018, dana murah Bank Mandiri mencapai Rp 535,8 triliun dengan rasio dana murah terhadap total DPK tercatat sebesar 64,46 persen, dana murah tersebut meningkat 8,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujarnya.

Pertumbuhan itu ditopang oleh peningkatan tabungan sebesar Rp 23,8 triliun menjadi Rp 331,6 triliun, dan kenaikan giro sebesar Rp 19,4 triliun menjadi Rp 204,2 triliun. Sedangkan biaya dana Bank Mandiri non-konsolidasi juga berhasil diturunkan menjadi 2,50 persen dari posisi akhir September tahun lalu yang mencapai 2,79 persen. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini