Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Triwulan II-2017, laba Bank Mandiri meroket 33 persen jadi Rp 9,5 T

Triwulan II-2017, laba Bank Mandiri meroket 33 persen jadi Rp 9,5 T Bank Mandiri. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - PT Bank Mandiri (Persero) mencatatkan laba bersih Rp 9,5 triliun hingga triwulan II-2017. Angka laba ini naik 33,7 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kenaikan laba bersih didorong peningkatan pendapatan bunga bersih secara tahunan sebesar 6,0 persen menjadi Rp 25,7 triliun.

"Pendapatan dari bisnis jasa perbankan atau fee based income juga tumbuh signifikan sebesar 18,5 persen menjadi Rp 10,9 triliun pada akhir Juni tahun ini," ungkap Kartika dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (19/7).

Perbankan pelat merah ini mencatatkan pertumbuhan kredit secara tahunan yang mencapai 11,6 persen menjadi Rp 682,0 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan aset sebesar 9,9 persen year on year menjadi Rp 1.067,4 triliun.

Kualitas aset tercatat membaik terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah (NPL Gross) dari 3,86 persen pada Juni 2016 menjadi 3,82 persen pada Juni 2017.

Dalam penyaluran kredit, Bank Mandiri juga berhasil mencatatkan kenaikan di seluruh kelompok pembiayaan. Kredit modal kerja tumbuh 5,2 persen menjadi Rp 319,9 triliun, kredit investasi tumbuh 16,6 persen menjadi Rp 194,4 triliun serta kredit konsumer tumbuh 20 persen menjadi Rp 91,3 triliun.

"Sebagai agen perubahan, kami juga terus menjaga konsistensi dalam mendukung program-program pemerintah baik untuk penguatan ekonomi, maupun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Debet kredit infrastruktur Bank Mandiri pada akhir triwulan II-2017 mencapai Rp 133,7 triliun atau tumbuh 15 persen dari periode yang sama tahun lalu. Dari nilai tersebut, di antaranya disalurkan untuk pembiayaan jalan raya dan tol sebesar Rp 8,4 triliun, transportasi sebesar Rp 36 triliun, tenaga listrik Rp 27 triliun, migas dan energi terbarukan sebesar Rp 20,9 triliun, konstruksi sebesar Rp 13,1 triliun, dan telematika sebesar Rp 8,5 triliun.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP