TNI-Polri nunggak bayar listrik Rp 138 miliar
Merdeka.com - PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (Disjaya) telah menyebutkan total tunggakan listrik sebesar Rp 395 miliar.
Manajer Niaga PLN Disjaya Dwi Kusnanto menyebutkan, tunggakan listrik pelanggan golongan TNI/Polri cukup besar. Dari total tunggakan PLN Disjaya sebesar Rp 395 miliar tersebut, 35 persennya pelanggan yang menunggak dari golongan TNI-Polri. Jika dihitung, tunggakan listrik TNI-Polri mencapai Rp 138,25 miliar.
Pelanggan golongan TNI-Polri meliputi kantor intitusi dan perumahan. Meski cukup tinggi, pihaknya tidak terlalu khawatir dengan tunggakan golongan TNI-Polri. Alasannya, tagihan tersebut masuk ke Kementerian Pertahanan. "Ini penyelesaiannya dengan Kemenhan. Ada kepastian dengan pusat," tegas Dwi di kantornya, Kamis (22/11).
Tunggakan pelanggan listrik terbesar tetap berasal dari masyarakat. "Saat ini kontribusi terbesar tunggakan tersebut berasal dari golongan umum sebanyak 45 persen," katanya.
Sedangkan untuk golongan instansi pemerintah pusat, masih ada tunggakan sebesar 7 persen dari total tunggakan listrik PLN Disjaya. PLN telah mengirimkan tagihan tunggakan listrik ke instansi pemerintahan. "Mereka komitmen untuk membayar," ucapnya.
Untuk golongan Pemda dan Pemkot masih memiliki tunggakan sebesar 15 persen dari total keseluruhan tunggakan listrik. PLN berharap, pemerintah daerah konsisten untuk membayar tunggakan tersebut.
"Saat ini kita fokuskan penagihan tunggakan kepada golongan umum, instansi dan pemda," tambahnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya