Tips Memilih Perusahaan Asuransi Jiwa agar Tak Rugi Kemudian Hari
Merdeka.com - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon meminta calon nasabah program asuransi jiwa agar lebih selektif dalam memilih perusahaan asuransi. Salah satunya dengan memperhatikan ukuran kesehatan keuangan perusahaan asuransi.
Dia mencatat, setidaknya ada lima tips yang bisa dipraktikkan oleh calon nasabah untuk mengetahui kondisi keuangan dari suatu perusahaan asuransi. Sehingga calon nasabah terhindar dari berbagai persoalan yang timbul di kemudian hari.
"Sebelum mengikuti program asuransi jiwa. Calon nasabah penting untuk memperhatikan tingkat kesehatan keuangan dari suatu perusahaan asuransi agar terhindar dari berbagai persoalan," ujar Budi dalam webinar bertajuk 'Mendorong Penetrasi Berkesinambungan Melalui Peningkatan GCG', Kamis (10/9).
Caranya, memastikan manajemen perusahaan asuransi telah menerapkan aturan POJK Nomor 67/POJK.05.2016. Di mana modal minimum asuransi jiwa konvensional sebesar Rp150 miliar pada saat didirikannya dan modal Rp100 miliar pada setiap saatnya.
Kemudian, memilih perusahaan asuransi yang telah mengimplementasikan aturan POJK Nomor 71/POJK.05/2016. Terkait target tingkat solvabilitas internal (RBC rasio) paling rendah sebesar 120 persen dari MMBR.
Selain itu, calon nasabah program asuransi jiwa juga harus memperhatikan terpenuhi-nya unsur-unsur rasio lainnya. Misalnya rasio kecukupan investasi, rasio likuiditas, rasio pertimbangan hasil investasi dan rasio beban (klaim, usaha, serta komisi).
"Maka, bila terpenuhi keseluruhan unsur tersebut. Kita dapat menyimpulkan bahwa kondisi keuangan perusahaan asuransi itu dalam kondisi baik," paparnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya