Tips atur budget biar tak 'kedodoran' di tengah bulan

Minggu, 6 Maret 2016 11:11 Reporter : Sri Wiyanti
Tips atur budget biar tak 'kedodoran' di tengah bulan Uang Rupiah. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Mengatur penghasilan itu gampang-gampang susah, mungkin uang gajian hanya mampir sementara di rekening, atau bisa jadi sering mengalami kesulitan keuangan di pertengahan bulan. Perlu strategi jitu agar pengeluaran tetap bisa berimbang dengan pendapatan agar tidak 'megap-megap' di pertengahan bulan.

Perencana Keuangan dari Fokus Finansial, Martiana Budiarti membagikan beberapa tips dari Fokus Finansial untuk mengatur pengeluaran bulanan:

Sebagai langkah awal, Martiana menyarankan untuk membuat budget bulanan. Untuk membuat budget bulanan, diperlukan persentase rasio untuk membagi penghasilan agar mampu memenuhi semua segmen kebutuhan. Ide untuk membagi rasio budget bulanan yang tentunya harus disesuaikan lagi dengan keuangan masing-masing.

Sebagai gambaran, Martiana memberi rasio pembagian penghasilan menjadi 50 banding 30 banding 20. "50 Persen untuk kebutuhan primer, 30 persen untuk kebutuhan sekunder, dan 20 persen untuk tabungan ataupun investasi" kata Martiana kepada merdeka.com, Minggu (6/3).

Martiana menjelaskan, alokasi 50 persen dari penghasilan untuk kebutuhan primer, diperuntukkan bagi keperluan wajib bulanan, seperti biaya seluruh kebutuhan rumah tangga, termasuk di dalamnya biaya belanja bulanan, biaya sekolah anak, tagihan listrik, tagihan telepon, biaya asuransi dan biaya lainnya. Termasuk dalam alokasi dana tersebut pembayaran yang wajib dikeluarkan seperti biaya pembayaran utang, jika ada, seperti cicilan KPR, kartu kredit, dan lain-lain.

"Jika kebutuhan di atas sudah tercukupi, baru bisa mengalokasikan 30 persen dari penghasilan untuk belanja tambahan, seperti membeli baju, sepatu, buku, rekreasi, dan lain-lain. Dengan catatan jika masih kekurangan dana untuk pengeluaran yang utama, maka sebaiknya kita menambah persentase ratio untuk kebutuhan primer dan mengurangi alokasi kebutuhan sekunder," papar Martiana.

Untuk rasio 20 persen yang diperuntukkan bagi tabungan dan investasi, Martiana mengungkapkan bahwa terdapat pendapat 'menabung terlebih dahulu dan belanjakan sisanya'. Tetapi, menurut Martiana, yang penting adalah tingkat kedisiplinan dan konsistensi menyisihkan penghasilan yang diterima setiap bulan untuk berinvestasi.

"Investasikan dalam bentuk dan produk yang nilainya tidak mudah berubah, seperti deposito, reksadana, emas, tanah, rumah. Jangan menginvestasikan uang penghasilan Anda ke dalam bentuk yang nilainya langsung turun setelah Anda membelinya, misalnya perangkat elektronik dan sebagainya," jelas Martiana.

Selain pembagian ratio di atas, Martiana pun membagikan beberapa tips tambahan lain untuk mengatur budget bulanan:

1. Catat setiap pengeluaran uang

Luangkan waktu beberapa menit sehari di malam hari untuk mencatat setiap uang yang Anda pakai di hari tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk memonitor penggunaan dana yang sudah dialokasikan.

2. Mempunyai beberapa rekening di bank berbeda

Wajib memiliki dua rekening bank yang berbeda. Rekening yang pertama untuk semua transaksi penerimaan gaji bulanan, yang nantinya akan dialokasikan ke masing-masing pos sesuai dengan ratio pembagian yang sudah dibuat.

"Rekening kedua bisa digunakan untuk menabung, apabila dana investasi ini belum dialokasikan ke produk investasi lain seperti deposito, reksadana, emas, dan lain-lain. Untuk rekening ini pilihlah bank yang biaya administrasi tiap bulannya kecil dan kalau perlu tidak perlu membuka fasilitas ATM, hal ini agar Anda tidak mudah mengambil uang dan penggunaannya hanya untuk menabung," papar Martiana.

Selamat mencoba, semoga sukses.

[did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tips Keuangan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini