Tingkatkan SDM, Bank BRI Berikan Apresiasi untuk Guru Honorer

Selasa, 10 Desember 2019 17:56 Reporter : Merdeka
Tingkatkan SDM, Bank BRI Berikan Apresiasi untuk Guru Honorer BRI Beri Apresiasi untuk Guru Honorer. ©2019 Liputan6.com/Tira santia

Merdeka.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam rangka ulang tahun BRI ke-124, BRI kembali meluncurkan program #BRIApresiasiGuru untuk Guru Hononer. Hal ini juga untuk memperingati Hari Guru yang jatuh pada 25 November lalu.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Konsumer Bank BRI Handayani, Founder benihbaik.com Andy F. Noya, dan perwakilan guru honorer dari SD dan SMP dari Maumere Nusa Tenggara Timur.

"Ide ini awalnya dari Andy. Lalu kita berdiskusi bersama untuk membuat program sosial di BRI. Ternyata responnya sangat bagus, ada 5.380 nasabah yang melakukan transaksi, dan menghasilkan dana Rp173.600.000," kata Handayani di Kantor pusat bank BRI, Jakarta, Selasa, (10/12).

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu bentuk dorongan Bank BRI dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Khususnya, untuk guru honorer yang pendapatannya kecil sekitar Rp50.000 per bulan.

Dia pun mengajak kepada para influencer dan media, agar bisa mengajak masyarakat Indonesia ikut bergerak dalam mendukung kesejahteraan guru honorer. "Kalau bukan kita siapa lagi, kita semua harus mengingat peran guru, berkat mereka kita bisa sampai ditahap ini," jelasnya.

Dia berharap, program ini akan berlanjut, tidak hanya untuk guru honorer di daerah Timur saja, melainkan bisa meluas ke seluruh Indonesia. Terkait pengumpulan dana, Bank BRI melakukan mekanisme dengan cara pengumpulan poin dari transaksi yang dilakukan oleh nasabah.

"Satu transaksi sama dengan equivalen 150 perak. Nah, itu yang digunakan untuk di reedem. Atau kalau mau donasi langsung bisa ke benihbaik.com, bisa transfer dari rekening, atau kredit maupun debit," jelas Handayani.

1 dari 1 halaman

Pemberian Penghargaan

Sementara itu, Andy menjelaskan, di benihbaik.com, pihaknya membuat benih baik karena kesadaran orang terhadap masalah kemiskinan masih rendah. Menurutnya, ujungnya kemiskinan adalah angka kriminalitas yang tinggi, dengan tingkat kriminalitas yang berbeda, serta munculnya radikalisme. Kemiskinan biasanya berkaitan dengan rendahnya tingkat pendidikan.

Kendati begitu, problematika banyaknya tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia, membuat masyarakat Indonesia sendiri kalah dalam berkompetisi, karena dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang kurang.

"Kita tidak boleh kalah, maka kita harus ikut andil bergerak dan mendukung guru agar terus meningkatkan kualitas SDM di Indonesia", kata Andy.

Kerja sama antara BRI dengan Benihbaik.com, memberikan penghargaan terhadap 14 guru sebagai perwakilan. Satu guru diberi alokasi dana sebesar Rp 12 juta per orang, yang bertujuan untuk bisa menunjang hidup mereka selama 1 tahun ke depan. Agar mereka bisa melakukan banyak aktivitas dalam proses mengajar.

"Kriteria guru yang dipilih, kami melihat dari latarbelakang gaji guru tersebut," kata Andy.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Tjahjo Kumolo Soal Pengangkatan Honorer Jadi PNS: Pemda Tak Mau Tanggung Gajinya
Butuh Dana untuk Pilkada, Pemkot Palu Tak Sanggup Bayar Gaji Honorer Sesuai UMK
PPPK Tahap I Belum Bisa Bekerja, Ini Alasannya
MenPAN: Pemda Dilarang Rekrut Honorer, Melanggar Bakal Disanksi Mendagri
Bupati Solok Selatan Minta Pemerintah Punya Terobosan Rekrut Honorer Difabel
Gaji Tak Kunjung Dibayar, Honorer Dishub Muratara Rusak Ruangan Pimpinan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini