Terungkap, Alasan Tarif Listrik Sektor Bisnis dan Industri Tak Ikut Naik Mulai 1 Juli

Kamis, 30 Juni 2022 14:41 Reporter : Merdeka
Terungkap, Alasan Tarif Listrik Sektor Bisnis dan Industri Tak Ikut Naik Mulai 1 Juli Meteran listrik di Rusun Benhil. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menerapkan besaran tarif listrik baru pada beberapa golongan mulai 1 Juli 2022. Namun, sektor bisnis dan industri belum ikut disesuaikan.

"Bisnis dan industri itu untuk pergerakan ekonomi, dan kita baru pulih dari pandemi ke endemi," kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril dalam Webinar Ruang Energi: Keadilan Tarif Dasar Listrik, Perlukah Dilakukan Penyesuaian?, Kamis (30/6).

Atas kondisi itu, pihaknya memutuskan untuk tak menaikkan tarif listrik golongan tersebut sementara waktu ini. Harapannya, kegiatan ekonomi akan semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi bisa diakselerasi.

Dia mengaku, perekonomian Indonesia membutuhkan dorongan untuk pulih. Salah satunya ditopang oleh kalangan bisnis dan industri.

"Sehingga kita membutuhkan boosting, boosting ni adalah bisnis dan industri yang bisa menggerakkan (ekonomi). Sehingga kita harus menahan dulu, tidak untuk melakukan apa-apa kepada ini, karena kita khawatirkan akan mempengaruhi dan inflasi akan tinggi," terangnya.

Dia juga mengungkap adanya alasan lain yakni kemampuan pelaku bisnis dan industri kecil membayar tarif listrik. "Kita melihat juga kemampuan listriknya bagaimana? Sehingga masih kits tahan dulu," katanya.

Maka, diputuskan kategori ini masih ditanggung oleh negara melalui kompensasi yang diberikan. "Dan itu akan ditanggung pemerintah dalam bentuk kompensasi," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Tarif Listrik Naik

naik

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P Hutajulu menyampaikan, penyesuaian tarif dilakukan karena mempertimbangkan sejumlah faktor. Dia memastikan, penyesuaian tarif baru berlaku pada golongan R2 dengan daya 3.500-5.500 VA, R3 dengan daya di atas 6.600 VA, serta golongan pemerintahan yang ditanggung negara.

"Itu diimementasikan automatic tariff adjustment berlaku mumai besok 1 Juli 2022," katanya dalam Webinar 'Keadilan tarif dasar listrik, perlukah dilakukan penyesuaian?', Kamis (30/6).

Kata dia, ke depan ada kemungkinan tarif ini bisa turun. Namun, tetap mempertimbangkan pada empat faktor yang mempengaruhi penetapan tarif tersebut.

Dia memastikan untuk masyarakat golongan yang menerima subsidi tidak akan mengalami kenaikan. Diantaranya yang mengambil tegangan rendah, hingga pelaku usaha UMKM.

"Perlu kami ingatkan kembali bahwa pemberlakuan ini tak menyentuh saudara-saudara kita yang diberikan subsidi, terutama yang masuk goongan tak mampu. Ini hanya untuk R2 R3 dan pemerintah," tegasnya.

Jisman juga kembali memberikan besaran kenaikan tarif yang terjadi. Mengacu pada indikator penentu tarif, sehingga penyesuaian kali ini mengalami kenaikan.

"Sehingga harga TDL (tarif dasar listrik) dari Rp 1.447 (per KWh) menjadi Rp 1.669 (per KWh)," kata dia.

4 Indikator yang mempengaruhi besaran tarif listrik di antaranya, adanya perubahan kurs, inflasi, harga acuan minyak dunia (ICP), dan harga batu bara di dalam negeri.

"Ini (kenaikan tarif) diakibatkan oleh paling dominan itu ICPnya, ada asumsi sebelumnya di APBN hanya USD 63 (per barel) sekarang sudah diatas USD 100 (per barel)," terangnya.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Tarif Listrik Indonesia Termurah Nomor 2 di ASEAN, Pertama Malaysia
Tarif Listrik Kembali Naik, Lakukan Tips Ini Agar Tagihan Tak Bengkak
Kenaikan Tarif Listrik Golongan 3.500 VA Hemat Kompensasi Hingga Rp3,1 T
YLKI: Kenaikan Tarif Listrik 3.500 VA Berdampak Kecil ke Daya Beli Masyarakat
PLN Izinkan Pelanggan Turun Daya Bila Keberatan Tarif Listrik Naik
Fakta Penting Seputar Rencana Pemerintah Naikkan Tarif Listrik per 1 Juli 2022
Alasan DPR Restui Pemerintah Naikkan Tarif Listrik per 1 Juli 2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini