Sektor ekonomi perlu terus berputar meski pandemi Covid-19 melanda. Laju pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 pun tertekan, meski begitu investasi pasar modal harus terus berjalan.
Hal itu disampaikan pengusaha Sandiaga Uno dalam acara Market Talks bertajuk 'Investasi di Pasar Saham, Tips and Insight', beberapa waktu lalu.
Kata dia, tren investasi di pasar modal belum berubah meski pandemi Covid-19 melanda. Lanjut dia, sektor energi, infrastruktur, dan perbankan masih menjadi pilihan investasi menjanjikan bagi para pelaku pasar modal ke depannya.
Tidak hanya itu, sektor teknologi, makanan serta agrikultur bakal menjadi pilihan tepat untuk berinvestasi.
Namun demikian, saham perusahaan yang sudah bertransformasi lebih awal dengan pemanfaatan teknologi digital akan lebih meningkat dibandingkan perusahaan konvensional sejenis.
"Langkah industri perbankan itu pada akhirnya akan membuat ekonomi akan lebih efisien," katanya.
Lanjut dia, bisnis lain yang bakal berkembang ialah bidang syariah. Di mana perkembangan ekonomi syariah dipengaruhi perubahan perilaku masyarakat Indonesia yang didominasi umat Islam.
Contohnya, konsumsi makanan halal, wisata halal dan lainnya.
Bersamaan dengan hal tersebut, Sandi menegaskan pasar saham Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan besar untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pasar modal Indonesia membutuhkan perusahaan milik negara seperti PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan beberapa perusahaan teknologi bervaluasi besar, seperti Tokopedia dan Gojek untuk menjadi perusahaan terbuka.
"Pilihan akan beragam, kompetisi akan lebih sehat. Hal ini akan memacu pemulihan ekonomi bangsa. Kalau dilihat, kondisi pasar kita saat ini tidak merefleksikan ekonomi (bangsa)," tuntasnya.