Takut Berutang, Banyak Pedagang Pasar Basah Tolak Pinjaman Bank
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut pedagang pasar basah menjadi sasaran empuk penyaluran kredit atau pinjaman, baik dari pemerintah maupun bank. Terutama dalam rangka menaikkan kelas usaha para pedagang pasar yang masuk kategori pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Pasar basah itu sebenarnya potensi untuk penyaluran pembiayaan," kata Airlangga saat ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (27/6).
Hanya saja, sebagian dari pedagang pasar mengaku enggan mendapatkan modal tambahan dalam bentuk kredit maupun pinjaman. Alasannya, para pedagang pasar enggan memiliki utang saat menjalankan bisnisnya.
"Beberapa pedagang ada yang tidak mau mendapatkan kredit karena merasa bisnisnya sudah berjalan dan tidak perlu pakai kredit," ungkapnya.
Salah satunya pengusaha di pasar basah yang juga menjadi peserta program Kartu Prakerja. Airlangga menyebut peserta program pemerintah ini sudah sukses memiliki 5 kios di pasar namun saat ditawari kredit malah menolak.
"Ada seorang pengusaha yang ikut Prakerja punya 5 kios dan itu pun tetap enggak mau dapat kredit karena mereka takut berutang," kata dia.
Untuk itu, kata Airlangga literasi keuangan harus terus digencarkan dan di mulai dari yang paling dekat seperti pasar basah. Baik literasi yang dilakukan pemerintah, perbankan, maupun sektor jasa keuangan lainnya.
"Literasi harus terus dilakukan dan masing-masing perbankan diharapkan bisa masuk ke daerah masing-masing termasuk yang paling mudah ini di pasar basah," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya