Tak Akan Terulang dalam Sejarah, Indonesia Jadi Cahaya saat Ekonomi Dunia Gelap

Jumat, 9 Desember 2022 18:44 Reporter : Merdeka
Tak Akan Terulang dalam Sejarah, Indonesia Jadi Cahaya saat Ekonomi Dunia Gelap pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Banyak pihak menyebut Indonesia mampu menjadi lentera saat ekonomi global mengalami resesi atau gelap di 2023 mendatang. Bukan tanpa alasan, pertumbuhan ekonomi yang tetap baik menjadi salah satu faktornya.

Pengamat sekaligus Rektor Unika Atma Jaya Jakarta, Agustinus Prasetyantoko mengamini hal itu. Dia juga sepakat kalau resesi global tak akan berdampak banyak pada Indonesia.

"Jelas sekali Indonesia termasuk negara yang sedikit tegoncang resesi. Meskipun risiko resesi tak bisa dihindarkan tapi di situ tetap bisa bertahan. Saya kira ini bisa jadi harapan," kata dia dalam Inspirato Sharing Session Liputan6.com bertajuk 'Jadikan G20 Bali Declaration Pijakan Ekonomi Bangkit', Jumat (9/12).

"Indonesia tidak masuk resesi jadi simbol lentera yang sekali lagi ini jadi peluang Indonesia di masa depan, tak hanya tahun depan. Mungkin tak kembali dalam sejarah kita," sambung pria yang karib disapa Pras ini.

Pras tak memungkiri resesi global akan berdampak ke beberapa negara termasuk negara maju. Dia menyebut, Amerika Serikat jadi contoh yang akan mengalami resesi di 2023 mendatang.

Selain itu, pelemahan ekonomi di Uni Eropa dan China juga akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi global. Imbasnya, negata lain akan ikut terdampak pelemahan tersebut.

Indonesia masuk radar pelemahan tersebut. Hanya saja, kata Pras, dampaknya tidak akan signifikan dan cenderung lemah. Alasannya, Indonesia punya banyak modal untuk mengembangkan ekonomi domestiknya.

"Kalau kita akan terdampak negatif itu tak signifikan, terpengaruh negatif itu tapi relatif lemah, sedikit. Jadi diskusi ekonomo Indoensia bukan lagi soal (kemungkinan) resesi, tidak, tapi apakah kita bisa resillience dan menemukan peluang baru dalam mengelola ekonomi kedepan," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Pengusaha: Peluang Indonesia Masuk Jurang Resesi Ekonomi Hanya 3 Persen

Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid menyebut bahwa peluang Indonesia masuk jurang resesi sangat kecil. Bahkan dia berani menyebut bahwa peluang Indonesia masuk jurang resesi hanya 3 persen saja.

Pernyataan pengusaha ini sejalan dengan beberapa prediksi dari lembaga internasional. Sebut saja Bloomberg pada pertengahan tahun 2022 yang mencatatkan angka yang sama.

"Risiko resesi Indonesia hanya 3 persen. Kita boleh dikatakan di dunia memiliki chance risiko resesi kecil sekali. Pertumbuhan ekonomi juga yang harus diapresiasi bisa bertahan tumbuh 5,72 persen di kuartal III-2022," ujarnya dalam Inspirato Sharing Session Liputan6.com bertajuk 'Jadikan G20 Bali Declaration Pijakan Ekonomi Bangkit', Jumat (9/12).

Mengingat berbagai tantangan di dunia usaha, Arsjad mengaku telah memiliki sejumlah strategi. Salah satunya dengan mengoptimalkan pangsa pasar dalam negeri. Tujuannya, meminimalisasi dampak pelemahan ekonomi global atas permintaan yang menurun.

"Dunia usaha bisa maksimalkan pangsa pasar domestik untuk kembangkan gejolak ekonomi global, termasuk dengan transaksi digital dan penggunaan bahan baku lokal untuk kurangi ketegantungan," bebernya.

Pada saat yang sama, Kadin Indonesia juga mengimbau para pengusaha untuk melirik nilai environmental, governance, dan social (ESG). Pada sisi ini menitikberatkan pada tata kelola perusahaan yang merujuk pada nilai lingkungan dan sosial.

"Di sisi lain perlu dukungan proteksi untuk menjaga pasar dalam negeri dari serangan produk impor dan memberikan kemudahan bagi industri domestik," sambung Arsjad.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Pengusaha: Peluang Indonesia Masuk Jurang Resesi Ekonomi Hanya 3 Persen
Bank Indonesia: Tuhan Masih Sayang Kita, Harga Komoditas dan Ekspor Kita Naik
Menteri Bahlil: Jokowi Punya Cara Baru Hadapi Krisis, Tak Lazim di Negara Lain
Menteri Bahlil Geram, Pemerintah Selalu Disebut Menakut-Nakuti Soal Ekonomi Global
Ada Ancaman Resesi, Ini 4 Cara Atur Keuangan Agar Tetap Stabil
Industri Transportasi dan Logistik Online Tangguh Saat Ekonomi Bergejolak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini