Tahukah Anda? Menteri Ekraf Soroti Pengelolaan Ekonomi Kreatif Kendari di KKMP, Layak Jadi Contoh Nasional!
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyoroti pengelolaan Ekonomi Kreatif Kendari di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang dinilai layak jadi sorotan nasional. Apa rahasia suksesnya?
Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya baru-baru ini menyoroti pengelolaan produk Ekonomi Kreatif Kendari di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Menurutnya, koperasi ini layak menjadi perhatian di tingkat nasional berkat prestasinya yang gemilang. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Teuku Riefky saat ditemui di Kendari pada Selasa lalu, menunjukkan apresiasi pemerintah pusat.
Sorotan terhadap KKMP Kendari muncul setelah peluncuran serentak secara nasional, yang memperlihatkan potensi besar koperasi tersebut. Teuku Riefky menegaskan bahwa Kota Kendari, khususnya KKMP, telah menunjukkan prestasi yang sangat baik dalam pengelolaan koperasi. Hal ini menjadikan KKMP sebagai model yang patut dicontoh bagi pengembangan ekonomi kreatif di daerah lain.
Keberhasilan KKMP tidak hanya terbatas pada pengelolaan internal, tetapi juga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Menteri Ekraf berharap bahwa model pengelolaan ini dapat direplikasi, sehingga geliat ekonomi bisa dirasakan hingga tingkat kelurahan. Ini adalah langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat secara langsung.
KKMP Kendari: Pusat Inovasi Ekonomi Kreatif Lokal
Teuku Riefky Harsya secara khusus memuji beragam hasil kerajinan dan pangan olahan yang dikelola oleh Koperasi Merah Putih di Kelurahan Bende, Kota Kendari. Produk-produk yang dihasilkan sangat variatif, mulai dari kerajinan tangan anyaman rotan yang unik hingga produk makanan olahan yang inovatif. Keberagaman ini menjadi salah satu kunci utama kesuksesan Ekonomi Kreatif Kendari.
Selain kerajinan dan pangan, koperasi ini juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras SPHP dengan harga eceran tertinggi yang terkontrol, serta camilan UMKM lokal. Bahkan, gas Elpiji melon juga tersedia, menambah kelengkapan layanan bagi anggota dan masyarakat sekitar. Ini menunjukkan komitmen KKMP dalam memenuhi kebutuhan dasar anggotanya.
Sistem pembayaran di koperasi ini telah sepenuhnya terdigitalisasi, memudahkan transaksi bagi para anggota. Digitalisasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menarik lebih banyak anggota untuk bergabung. Jumlah keanggotaan KKMP terus meningkat, mencerminkan kepercayaan dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
Dengan kombinasi ekonomi kreatif yang beragam dan pelayanan anggota yang prima, Teuku Riefky meyakini bahwa KKMP Kelurahan Bende akan terus berkembang pesat. Model bisnis yang diterapkan di koperasi ini membuktikan bahwa unit usaha kecil pun dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Kolaborasi Nasional untuk Pasar Global
Melihat potensi besar yang dimiliki KKMP, Kementerian Ekraf telah menjalin kolaborasi erat dengan Kementerian Koperasi. Tujuan utama kolaborasi ini adalah untuk membantu produk-produk Ekonomi Kreatif Kendari yang dihasilkan oleh KKMP menembus pasar yang lebih luas. Targetnya tidak hanya pasar nasional, tetapi juga pasar internasional.
Salah satu langkah konkret dari kolaborasi ini adalah melatih para pengurus koperasi untuk menjadi afiliator dan konten kreator. Pelatihan ini bertujuan agar produk-produk mereka dapat diakses oleh konsumen yang lebih luas melalui platform digital. Dengan demikian, jangkauan pasar produk lokal ini akan semakin meningkat.
Teuku Riefky juga menekankan pentingnya peran konten kreator di daerah untuk mempromosikan produk ekonomi kreatif dari Koperasi Kelurahan Merah Putih. Tidak hanya produk, potensi wisata di Kelurahan Bende juga diminta untuk dipromosikan secara masif. Promosi yang efektif akan menarik lebih banyak wisatawan dan investor.
Ketika produk ekonomi kreatif dan potensi wisata di Bende semakin dikenal, diharapkan akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan. Peningkatan ini secara langsung akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Konsep "dari kita, oleh kita, dan untuk kita" benar-benar terwujud melalui inisiatif ini, memberdayakan masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews