Tahukah Anda? Kemenpar Ajak Agen Wisata Promosikan Pesona Sekotong Jelang MotoGP Mandalika

Kemenpar gencar ajak agen perjalanan promosikan potensi wisata Sekotong, Lombok Barat, sebagai destinasi alternatif menarik jelang gelaran MotoGP Mandalika. Jangan lewatkan!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Kemenpar Ajak Agen Wisata Promosikan Pesona Sekotong Jelang MotoGP Mandalika
Kemenpar gencar ajak agen perjalanan promosikan potensi wisata Sekotong, Lombok Barat, sebagai destinasi alternatif menarik jelang gelaran MotoGP Mandalika. Jangan lewatkan! (Merdeka.com)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara aktif mengajak para pelaku usaha, khususnya agen perjalanan wisata, untuk lebih gencar mempromosikan berbagai paket wisata menarik di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ajakan ini disampaikan menjelang gelaran balap kelas dunia MotoGP yang akan kembali dihelat di Sirkuit Mandalika. Inisiatif ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi pariwisata daerah tersebut.

Perwakilan Asisten Deputi Pemasaran Nusantara Kemenpar, I Gede Budiwijaya, menyoroti Sekotong di Lombok Barat sebagai salah satu area yang memiliki potensi besar untuk dieksplorasi. Pernyataan ini disampaikan dalam pameran perjalanan wisata AITTA yang berlangsung di Denpasar, Bali, baru-baru ini. Fokus pada Sekotong diharapkan dapat memberikan pilihan baru bagi wisatawan.

Gede Budi berharap para agen perjalanan dapat membantu mempromosikan keunikan Lombok, terutama di luar destinasi yang sudah populer. “Kami berharap teman-teman (agen perjalanan) lanjut ke Lombok nanti mempromosikan terlebih di awal Oktober kita akan ada MotoGP, mungkin bisa dibantu kira-kira di Lombok ini ada apa, kalau saya baca akan ada main ke Sekotong jadi itu bisa menjadi alternatif,” ujarnya, menekankan pentingnya diversifikasi destinasi.

Menggali Potensi Wisata Sekotong di Lombok Barat

Selama ini, perhatian wisatawan di Lombok cenderung terpusat pada Mandalika serta tiga gili ikonik, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Namun, I Gede Budiwijaya melihat bahwa masih banyak lokasi lain di Lombok yang tidak kalah menarik dan layak untuk dieksplorasi. Sekotong merupakan salah satu permata tersembunyi yang ingin Kemenpar angkat ke permukaan.

Mendengar rencana asosiasi perjalanan wisata AITTA untuk menggelar pameran perjalanan di Lombok, Kemenpar memberikan dukungan penuh. Dukungan ini akan semakin kuat jika kegiatan tersebut dapat difokuskan di Kecamatan Sekotong. Hal ini sejalan dengan upaya Kemenpar untuk memperkenalkan destinasi baru kepada pasar.

“Kalau kita tahunya Lombok Gili terus kan atau Mandalika, nah kita jual ini, jadi harapannya setelah teman-teman nonton MotoGP kita ingin mereka ke Sekotong atau sebelum nonton MotoGP mereka ke Sekotong tidak hanya di Mandalika saja,” jelas Gede Budi. Strategi ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman wisatawan yang datang ke Lombok.

Strategi Kemenpar untuk MotoGP 2025 dan Dampak Ekonomi

Penyelenggaraan ajang balapan kelas dunia MotoGP sendiri dijadwalkan akan kembali berlangsung di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, pada tanggal 3-5 Oktober 2025. Momen ini menjadi peluang emas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan dampak ekonomi. Kemenpar berupaya memastikan bahwa gelaran ini memberikan manfaat maksimal bagi pariwisata lokal.

Dengan mendorong penonton atau peserta MotoGP untuk mengeksplorasi lebih banyak sudut Pulau Lombok, Kemenpar meyakini akan terjadi peningkatan pengeluaran wisatawan. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat memperpanjang masa tinggal mereka di NTB. Hal ini akan memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian lokal.

Selain mengajak agen perjalanan, Gede Budi juga mendorong para pelaku usaha lokal untuk bersiap menyiapkan berbagai kebutuhan wisatawan. Kesiapan ini mencakup akomodasi, transportasi, hingga paket-paket wisata. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menyambut gelaran internasional ini.

Kolaborasi dan Promosi Gencar Sambut Wisatawan

Kemenpar menekankan pentingnya pembelajaran dari pengalaman MotoGP sebelumnya. “Kalau kita melihat dengan pelaksanaan MotoGP yang keempat seharusnya kita sudah banyak belajar dan sudah banyak siap, seharusnya sudah semua tinggal paket-paket wisata dari teman-teman ITDC dengan ASITA atau AITTA Lombok nanti akan berkolaborasi,” tutur Gede Budi. Sinergi antarpihak diharapkan menciptakan pengalaman terbaik bagi pengunjung.

Kementerian Pariwisata memastikan akan terus mendorong promosi melalui berbagai platform. Promosi ini akan dilakukan baik melalui media sosial maupun jejaring yang dimiliki oleh Kemenpar. Upaya ini bertujuan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan memperkenalkan pesona Sekotong dan Lombok secara menyeluruh.

Diharapkan, dengan promosi yang terarah dan persiapan yang matang dari seluruh pihak, gelaran MotoGP 2025 tidak hanya sukses sebagai ajang balap. Lebih dari itu, event ini juga diharapkan mampu mengangkat sektor pariwisata NTB, khususnya Sekotong, sebagai destinasi unggulan yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi