Tahukah Anda? Dua Kota Ini Jadi Fokus Utama Proyek Waste to Energy di Sumut, Bank Sumut Siap Danai PSEL
Provinsi Sumatera Utara menargetkan dua titik untuk Proyek Waste to Energy (PSEL) di Medan dan Deli Serdang, dengan Bank Sumut siap mendukung pembiayaan. Bagaimana progresnya?
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengumumkan bahwa dua wilayah di provinsinya, yakni Kota Medan dan Deli Serdang, telah ditetapkan sebagai fokus utama. Kedua daerah ini akan menjadi titik penilaian untuk pengembangan Proyek Waste to Energy (PSEL). Inisiatif ini bertujuan untuk mengubah sampah menjadi energi listrik yang bermanfaat.
Pengumuman ini disampaikan Bobby Nasution pada Kamis (01/11) saat temu pers bersama jajaran direksi Bank Sumut. Proyek ini telah memasuki tahapan lebih lanjut setelah survei potensi pemanfaatan sampah dilakukan oleh Daya Anagata Nusantara (Danantara). Volume sampah yang besar menjadi pertimbangan utama proyek ini.
Dengan potensi sampah mencapai 1.800 ton lebih per hari di TPA Kelurahan Terjun, Medan Marelan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) menjadi krusial. Bank Sumut juga diminta berperan aktif dalam pembiayaan proyek strategis nasional ini. Kesiapan finansial menjadi kunci keberlanjutan PSEL.
Fokus Utama Proyek PSEL di Sumatera Utara
Provinsi Sumatera Utara telah mengidentifikasi dua lokasi strategis untuk pengembangan Proyek Waste to Energy (PSEL). Lokasi tersebut adalah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengelolaan sampah. Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa kedua titik ini telah masuk tahapan penilaian lanjutan.
Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah melakukan survei komprehensif terhadap potensi pemanfaatan sampah di kedua wilayah tersebut. Salah satu lokasi yang disorot adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. TPA ini menggunakan sistem tertutup dan menangani volume sampah yang sangat besar.
Volume sampah di TPA Kelurahan Terjun mencapai lebih dari 1.800 ton per hari, menjadikannya kandidat kuat untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Metode pengelolaan sampah yang efisien dan volume yang signifikan menjadi pertimbangan utama. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi masalah sampah.
Dukungan Perbankan dan Minat Investor Global
Gubernur Bobby Nasution secara khusus meminta Bank Sumut untuk terlibat langsung dalam Proyek Waste to Energy ini. Peran Bank Sumut diharapkan dapat mencakup aspek pembiayaan proyek, mengingat skala investasi yang dibutuhkan. Keterlibatan perbankan daerah menjadi indikator dukungan lokal yang kuat.
Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut, Syafrizalsyah, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pembiayaan PSEL. "Memang kalau nanti program ini jalan di Kota Medan sama Deli Serdang, ya kita siap masuk ke pembiayaan," ujarnya. Komitmen ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan.
Di sisi lain, minat investor terhadap proyek waste to energy di Indonesia sangat tinggi. Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa lebih dari 204 investor telah menyatakan minatnya. Sebanyak 66 perusahaan di antaranya berasal dari luar negeri, menunjukkan daya tarik investasi global.
Danantara bertugas mengundang investor, namun juga siap melaksanakan program PSEL jika tidak ada investor yang masuk, karena regulasi sudah jelas. Proses seleksi investor diharapkan mulai tender atau bidding pada bulan November. Hal ini menunjukkan kesiapan dan kematangan proyek secara keseluruhan.
Kesiapan Infrastruktur dan Koordinasi Lintas Kementerian
Rosan Roeslani menambahkan bahwa terdapat tujuh wilayah di Indonesia yang sudah sangat siap untuk menjalankan proyek waste to energy. Kesiapan ini tidak hanya dari segi volume sampah, tetapi juga mencakup ketersediaan lahan yang memadai. Faktor-faktor pendukung lainnya seperti pasokan air dan listrik juga telah terjamin.
Yang terpenting, menurut Rosan, adalah sudah adanya jalur distribusi listrik yang terhubung dengan PLN. Ini memastikan bahwa energi yang dihasilkan dari PSEL dapat langsung disalurkan ke jaringan nasional. Dengan demikian, secara komprehensif, proyek ini memang sudah siap untuk dijalankan.
Proses tender PSEL saat ini dijalankan dengan koordinasi erat bersama berbagai kementerian terkait. Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Dalam Negeri turut serta dalam proses ini. Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan proyek.
Sumber: AntaraNews