Sutradara Livi hingga Menkeu Sri Mulyani promosi Bali di pertemuan IMF-World Bank AS
Merdeka.com - Sutradara film Livi Zheng, Menteri Koordinator Kemaritiman Indonesia Luhut Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menjadi pembicara mewakili Indonesia dalam 2017 Annual Meetings of the World Bank Group and the IMF Global Media Gathering yang diadakan di World Bank Headquarter, Washington D.C.
Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/10), sutradara Indonesia di Hollywood, Livi Zheng memperkenalkan Bhinneka Tunggal Ika, unity in diversity. Livi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dan lebih dari 300 suku yang hidup berdampingan dengan keanekaragaman budaya dan kekayaan alam yang melimpah.
Dalam kesempatan ini Livi menceritakan latar belakang Bali sebagai tempat penyelenggaraan yang tepat untuk acara 2018 Annual Meetings of the World Bank Group and the IMF. Warga Bali sangat ramah dan cepat beradaptasi terhadap para turis yang datang berkunjung ke Bali.
Livi bercerita bahwa ketika ia berkunjung ke Bali waktu kecil, banyak turis Australia di Bali dan orang Bali belajar dan bisa berbahasa Inggris. Beberapa tahun kemudian, banyak sekali turis dari Jepang datang ke Bali, sejak itu orang Balipun belajar dan akhirnya bisa berbahasa Jepang.
Baru-baru ini Livi ke Bali untuk shooting filmnya, dan banyak turis dari China. Orang Bali belajar dan bisa berbahasa Mandarin. Setiap tahunnya ada jutaan orang dari seluruh penjuru dunia yang berkunjung ke Bali.
Maka dari itu menurut Livi, Bali adalah pilihan tepat untuk menjadi host 2018 Annual Meetings of the World Bank Group and the IMF.
Livi bercerita dia tak pernah berhenti terpesona dengan Indonesia. Selalu ada hal baru yang dia pelajari dan selalu ada daerah baru yang belum dia kunjungi.
Di Bali ada banyak tempat yang menarik. Desa Penglipuran salah satunya. Ini adalah desa tradisional yang tetap mempertahankan budaya tradisional Bali. Desa ini tetap mempertahankan cara kehidupan dan budaya yang sama yang telah dijalani nenek moyangnya ratusan tahun yang lalu dalam kehidupan sehari-harinya.
Destinasi ini sangat terkenal keunikannya bagi turis karena melarang kendaraan bermotor di dalam lingkungan desa mereka. Desa Penglipuran dikenal sebagai desa ketiga terbersih di dunia. Desa ini telah mendapatkan penghargaan Kalpataru di tahun 1995.
Dalam kesempatan ini Livi juga tidak lupa menceritakan tentang Blitar, kampung halamannya. Blitar adalah sebuah kota kecil, kota ini bukan hanya spesial bagi Livi, tapi juga bagi Indonesia.
Presiden pertama Indonesia, Sukarno menghabiskan masa kecilnya di Blitar, beliau juga dimakamkan disana. Wapres Boediono lahir dan besar di Blitar. Berabad-abad sebelumnya banyak raja yang singgah dan bersemedi di Blitar. Banyak pula raja terkenal yang perabuannya di Blitar
Sangat banyak tempat yang indah di Blitar tetapi sayangnya dulu tidaklah mudah dikunjungi. Tapi sekarang ini infrastruktur telah mulai dibangun di sana, ada banyak mutiara tersembunyi di sana untuk dijelajahi.
Livi mengajak semua peserta 2018 Annual Meetings of the World Bank Group and the IMF untuk berkunjung ke berbagai tempat yang indah di Indonesia, bersama dengan teman dan keluarga. Livi mengajak semua peserta untuk berkunjung ke Indonesia lebih lama untuk menjelajahi dan berpetualang di negara yang menakjubkan ini.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya