Survei Terbaru E-Commerce Paling Banyak Digunakan Masyarakat Sepanjang 2019
Merdeka.com - E-commerce menjadi salah satu industri yang mengalami pertumbuhan positif dari tahun ke tahun. Sebab, industri ini memberikan kemudahan dalam aktivitas sehari hari.
Pertumbuhan industri e-commerce juga tidak terlepas dari perilaku konsumen Indonesia yang menginginkan kecepatan dalam berbelanja dan sebagian besar konsumen Indonesia sudah mengerti cara menggunakan internet dan smart phone.
Bank Indonesia bahkan menyebutkan pada tahun 2019 ini, jumlah transaksi e-commerce per bulannya mencapai Rp11 - Rp13 triliun. Berdasarkan prediksi Mckinsey pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat delapan kali lipat jika dibandingkan tahun lalu.
Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) merilis daftar situs layanan perdagangan daring (e-commerce) yang cukup berpengaruh dan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2019.
Kepala Riset dan Analisa Data PDAT Ai Mulyani mengatakan bahwa tiap platform e-commerce rupanya menjadi juara di sejumlah kategori dalam riset tersebut.
"Untuk brand awareness without aided selama 2019, kami mendapati Tokopedia menduduki posisi pertama. Sedangkan di belakangnya ada Shopee, Bukalapak, Lazada, BliBli, JD.ID, dan OLX," kata Ai dalam acara Ngobrol @Tempo di Jakarta dikutip dari Antara, Rabu (18/12).
Sementara, jika ditinjau dari sisi jenis kelamin, rupanya memiliki hasil yang berbeda. Berdasarkan data yang dipaparkan, Shopee mendapati peringkat teratas bagi pengguna wanita.
Sedangkan untuk pengguna yang berjenis kelamin pria, mereka lebih menyukai untuk berbelanja di situs maupun aplikasi dari Tokopedia dan Bukalapak. "Perempuan lebih aware untuk brand Shopee. Sedangkan untuk laki-laki lebih condong ke Tokopedia dan Bukalapak. Lalu BliBli sendiri berimbang antara keduanya," papar Ai.
Dia menilai, preferensi tersebut terbentuk karena beberapa hal termasuk kelengkapan barang-barang dari masing-masing jenis kelamin. Di Shopee, produk yang dijual didominasi oleh perlengkapan kecantikan dan fesyen.
Sementara di Tokopedia maupun Bukalapak identik dengan menjual barang-barang digital, elektronik, dan perlengkapan hobi seperti action figure, yang lebih diminati pria.
Lebih lanjut, untuk lalu lintas di situs (web traffic), Tokopedia dan Shopee menduduki posisi pertama dengan akses pengunjung terbanyak. Menyusul di belakangnya ada Bukalapak dan Lazada.
Namun, secara aplikasi, Shopee menjadi aplikasi e-commerce dengan unduhan terbanyak mengalahkan para pesaingnya.
Harbolnas 2019
Platform layanan perdagangan daring (e-commerce) Shopee mengklaim bahwa jumlah transaksi di platformnya meraih hingga Rp1,3 triliun pada saat puncak Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 lalu.
"Kita mencapai Rp1,3 triliun transaksi dalam waktu 24 jam ketika Harbolnas 12.12 kemarin," kata Country Brand Manager Shopee Indonesia Rezki Yanuar.
Menurut dia, jumlah ini cukup mengejutkan dan mengalami peningkatan signifikan. Selama kuarter ketiga mulai dari Juli, Agustus, dan September, jumlah transaksi yang terjadi adalah sekira 1,5 juta transaksi per hari.
Pada saat Harbolnas, beberapa sektor barang yang paling banyak menjadi sasaran pengguna Shopee adalah di sektor fesyen, kecantikan, dan produk digital termasuk elektronik.
"Sebenarnya cukup beragam (sektor barang yang berkontribusi). Cukup banyak. Apalagi di 12.12, customer sudah menunggu dan sudah menyiapkan produk mana saja yang mau dibeli nanti," ujar Rezki.
Pria berkacamata itu tidak menampik bahwa pengguna wanita sangat dominan di platform e-commerce dengan warna jingga itu. Walaupun menurutnya, Shopee tidak memberikan segmentasi khusus bagi penggunanya. "Ketika kita ngomongin dominasi, pasti perkembangannya akan meningkat terus. Dan secara generik, 50-60 persen wanita memang suka berbelanja," kata Rezki.
"Kita tidak bikin sentris ke gender. Tapi memang karena secara generik, wanita itu paling suka belanja. Tapi pada dasarnya, kita ingin semua orang nyaman berbelanja di Shopee," ujarnya melanjutkan.
Untuk tahun mendatang, pihaknya optimistis bahwa ekosistem digital Indonesia akan terus bertumbuh sejalan dengan peran masyarakat, pelaku bisnis, dan pemerintah. "E-commerce pasti tumbuh. Perlahan tapi pasti, seperti kehadiran e-commerce hingga dompet dan pembayaran digital, ekosistem digital kita tumbuh secara sehat," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya