Survei: Mayoritas pekerja lepas di Asia Tenggara pernah tak dibayar

Senin, 12 Maret 2018 20:20 Reporter : Iqbal Fadil
Survei: Mayoritas pekerja lepas di Asia Tenggara pernah tak dibayar ilustrasi pekerja freelance. ©forbes.com

Merdeka.com - Pekerjaan lepas menjadi tren yang semakin penting di Indonesia karena banyak orang Indonesia menikmati adanya kesempatan untuk bekerja dari mana saja, memilih pekerjaan yang mereka sukai dengan jadwal yang fleksibel. Tren ini, didorong oleh perubahan pola pikir yang didukung koneksi internet yang kuat, menjadi penting karena menyediakan kesempatan bagi angkatan produktif rumahan yang siap kerja untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun, hasil survei yang dilakukan oleh PayPal, ditemukan, mayoritas atau sebesar 58 persen freelancer alias pekerja lepas di dua pasar Asia Tenggara pernah tidak dibayar atas jasa mereka. Hampir setengah responden (48.5%) menilai bahwa masalah pembayaran erat kaitannya dengan pandangan terhadap profesi freelancer.

"Asia Tenggara adalah pasar utama, terlebih lagi dengan pertumbuhan populasi penduduk dan peningkatan perekonomian kewirausahaan. Banyak anak muda lebih memilih bekerja secara lepas karena mereka dapat menjadi bos untuk diri sendiri dan memiliki lebih banyak fleksibilitas dibandingkan karyawan yang setiap hari harus bekerja dari pagi sampai sore," kata kata Rahul Shinghal, Managing Director PayPal Asia Tenggara dan Head of Merchant Support PayPal APAC melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (12/3).

Rahul memaparkan, Survei Pekerja Lepas Global (Global Freelancer Survey) dilakukan oleh PayPal dan diikuti oleh 11.324 responden dari 22 pasar di seluruh dunia, termasuk 1.602 orang dari Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Filipina. Survei ini dilaksanakan secara online ini berlangsung pada Oktober 2017.

Di Indonesia, PayPal mewawancarai 500 pekerja lepas dan mereka yang mempertimbangkan untuk menjadi pekerja lepas untuk mengetahui motivasi dan tantangan yang mereka hadapi, serta untuk mengidentifikasi sarana dan metode pembayaran yang dapat mendukung para pekerja lepas dalam pekerjaannya di Indonesia.

"Sebagai bagian dari ekonomi global, penting bagi para freelancer untuk memperoleh penghargaan yang setara dengan tenaga profesional lainnya. Kita harus membantu mengangkat status freelancer sebagai bagian dari komunitas dan memberdayakan kemandirian mereka," jelasnya.

Pekerja lepas adalah mereka yang bekerja lepas berdasarkan kontrak sebagai pekerjaan utamanya atau untuk memperoleh pendapatan tambahan, dan melakukannya dengan komputer melalui internet. Mereka yang sedang mempertimbangkan untuk menjadi pekerja lepas, atau dalam survei ini disebut sebagai freelance considerer adalah mereka yang tidak sedang bekerja lepas berdasarkan kontrak namun sedang mempertimbangkannya atau berharap untuk memulainya dalam 6 bulan dan akan bekerja dengan komputer melalui internet.

Pekerja lepas di Indonesia kebanyakan pria dan berumur di bawah 40 tahun. Dari 500 responden di Indonesia, dua pertiga dari populasi pekerja lepas adalah pria, 8 dari 10 orang di antaranya berusia di bawah 40 tahun.

Mayoritas (90%) responden telah menjadi pekerja lepas selama 5 atau kurang dari 5 tahun. Pekerja lepas di Indonesia juga memiliki penghasilan rata-rata sebesar USD 14.400 dengan rata-rata 14 klien dalam setahun. Mereka juga memiliki basis klien domestik dan internasional yang cukup luas, di mana 55% dari proporsi pekerjaan berasal dari Indonesia dan sisanya dari luar negeri, termasuk Australia, Amerika Serikat, Malaysia dan Singapura. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Pekerjaan
  2. Tenaga Kerja
  3. Survei
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini