Strategi Pemerintah Genjot Ekspor Sarang Burung Walet ke China

Selasa, 31 Desember 2019 19:44 Reporter : Merdeka
Strategi Pemerintah Genjot Ekspor Sarang Burung Walet ke China Kepala BBUSKP Sriyanto. ©2019 Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Pemerintah terus gencar mendorong peningkatan ekspor Sarang Burung Walet (SBW) ke China. Salah satu upayanya yakni dengan mengembangkan metode uji laboratorium terhadap komoditas tersebut.

Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) Sriyanto menyatakan, improvisasi pengujian tersebut akan berjalan selaras dengan peningkatan jumlah ekspor sarang burung walet yang punya permintaan besar dari Pemerintah China.

"Sudah pasti itu ada korelasinya, karena pengujian walet ini sesuai kebutuhan dari China-nya. Jadi kita sedia senjata dulu. Mereka minta, kita bisa penuhi. Jadi otomatis kan selaras. Pengembangan itu kan mengikuti permintaan," jelas Sriyanto saat berbincang di kantornya, Jakarta, Selasa (31/12).

Dia menambahkan, peluang untuk mengembangkan bentuk pengujian tersebut harus pemerintah ambil. Sebab, pihak swasta dinilai belum begitu mengerti akan kebutuhannya.

"Kalau di karantina kan sehari-hari pada saat dia mau ekspor kan pasti menghubungi karantina dulu. Jadi kita paling tahu, persyaratan untuk ekspor ke sana ujinya apa saja. Dari informasi itu kita kan harus menyiapkan, meskipun swasta juga boleh menyiapkan juga," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Eksportir Sarang Burung Walet Meningkat

burung walet meningkat

Improvisasi pengujian ini juga selaras dengan semakin banyaknya perusahaan asal Indonesia yang mengajukan diri ke Pemerintah China sebagai eksportir produk sarang burung walet. Pada 2019, ada sekirtar 21 perusahaan walet yang sudah terdaftar di China.

Untuk 2020 mendatang, tercatat ada 15 perusahaan yang mau berpartisipasi sebagai eksportir Sarang Burung Walet, dimana 2 perusahaan di antaranya sudah selesai diaudit.

"Dengan semakin bertambahnya jumlah perusahaan eksportir SBW yang di-approve Pemerintah China, maka tahun depan jumlah sampel SBW yang akan diuji akan terus mengalami peningkatan. Sehingga perlu dipersiapkan dengan baik bahan, peralatan maupun kompetensi SDM-nya," tukas Sriyanto.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Menteri Sri Mulyani Tuntut LPEI Dorong Daya Saing Produk Ekspor Indonesia
Menengok Masa Depan Ekspor Indonesia di 2020
Produksi Lokal Harus Perhatikan Kandungan Impor
Mengupas Larangan Ekspor Nikel Indonesia ke Uni Eropa
Pemerintah Kembangkan Kawasan Hortikultura, Penyumbang Surplus Neraca Perdagangan
KKP Tegaskan Nasib Ekspor Benih Lobster Belum Diputuskan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pertanian
  3. Ekspor Impor
  4. China
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini