Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Stabilitas pertumbuhan ekonomi jadi prioritas

Stabilitas pertumbuhan ekonomi jadi prioritas Pembangunan gedung yang semakin banyak di Indonesia menggambaran peningkatan pertumbuhan ekonomi

Merdeka.com - Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 20 negara utama dunia (G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting, atau G20 FMCBG Meeting) yang diselenggarakan 25-26 Februari 2011 di Mexico, sepakat untuk menjaga stabilitas dan memperkuat fundamental ekonomi dunia. Pertemuan yang digelar di Mexico merupakan tindak lan jut dari arahan kepala negara G20 yang bertemu di Cannes, Perancis pada 3-4 Nopember 2011. Kepala negara anggota G20 meminta FMCBG melakukan berbagai kebijakan terkoordinasi untuk terealisasinya pertumbuhan ekonomi yang kuat, berimbang, dan berdaya tahan (Strong, Balance, and Sustained Growth) di internal G20.

"Penyelenggaraan FMCCBG dipandang urgent dan tepat waktu mengingat situasi perekonomian dunia yang berada dalam ancaman krisis sebagai dampak tularan (contagion effect) dari krisis yang saat ini terjadi di Eropa," ujar Kepala biro komunikasi dan layanan informasi Kementerian Keuangan Yudi Pramadi melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (27/2). Yudi mengatakan, pernyataan tersebut merupakan pandangan umum para menteri keuangan dan gubernur Bank Sentral yang tengah berkumpul di pertemuan G20.

Walaupun telah terjadi perbaikan ekonomi yang lebih baik di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat yang mampu mencatat pertumbuhan ekonomi positif dan mengurangi pengangguran, namun ekonomi di negara-negara Eropa masih belum mampu keluar dari krisis. Dana moneter internasional (International Monetary Fund/IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2012 berada dalam kisaran 3,3 persen. Sedangkan pertumbuhyan ekonomi negara-negara kawasan Eropa masih negatif. Pertumbuhan ekonomi di negara berkembang Asia diperkirakan sekitar 7,3 persen, dan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang didorong oleh penurunan pertumbuhan negara-negara utama di Asia seperti China dan India.

Sebagai upaya untuk mengatasi terjadinya berbagai risiko sistemik baru termasuk menurunkan risiko keuangan yang ada, ada beberapa kesepakatan yang dilahirkan. Pertama, FMCBG sepakat berbagai agenda reformasi regulasi keuangan seperti Basel II dan III. Kedua, peningkatan regulasi dan pengawasan atas aktifitas shadow banking serta reformasi operasional pasar derivatif OTC (over the counter) sesuai komitmen kesepakatan waktu masing-masing negara G20. Ketiga, meminta Financial Stability Board (FSB) untuk memonitor implementasinya. 

"FMCBG juga menerima rekomendasi FSB dalam pengaturan perusahaan pemberi peringkat (rating agency)," katanya.

Untuk mengatasi gejolak atau volatilitas harga komoditas dan energi, FMCBG meminta berbagai lembaga multilateral menyampaikan rekomendasi dampak volatilitas harga terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, FMCBG juga meminta lembaga multilateral menyediakan berbagai opsi yang dapat diambil oleh negara anggota untuk mengatasi volatilitas harga komoditas. 

Delegasi Indonesia yang diwakili Menteri Keuangan Agus Martowardojo, menjadi ketua bersama kelompok kerja komoditas dan energi mendorong negara-negara G20 untuk melakukan koordinasi kebijakan makro ekonomi dan pengawasan untuk tercapainya stabilitas harga komoditas dan pembatasan perdagangan spekulatif.

FMCBG juga menyepakati berbagai agenda kerjasama lainnya seperti agenda financial inclusion dengan menitikberatkan dukungan G20 bagi program edukasi keuangan dan proteksi konsumen, serta peningkatan kerjasama untuk transparansi dan pertukaran informasi antar negara anggota untuk menelusuri tindak pencucian uang atau money laundering dan pembiayaan terorisme.  Selanjutnya, FMCBG sepakat untuk melakukan pertemuan kedua di Washington, Amerika Serikat pada Bulan April mendatang. (mdk/arr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP