Sri Mulyani sebut postur anggaran 2017 cermin ekonomi RI tahun depan
Merdeka.com - Badan Anggaran (Banggar) bersama pemerintah telah menyepakati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Postur anggaran tersebut dinilai mencerminkan perekonomian Indonesia tahun depan.
"Insya Allah akan dibawa ke Paripurna. Pada prinsipnya mulai dari postur, asumsi makro telah mencerminkan kondisi perekonomian nasional walaupun tantangan yang dihadapi dari perekonomian global," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR, Senayan, Selasa (25/10).
Dari postur belanja tersebut, pemerintah akan tetap menjaga program-program prioritas untuk mendorong perekonomian terutama saat kondisi perekonomian global masih mengalami perlambatan. Untuk itu, pemerintah akan mendorong agar belanja pemerintah efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Sehingga memang didesain dalam jumlah tingkat belanja negara untuk mengurangi tekanan yang berasal dari luar," katanya
Sebagai informasi postur anggaran yang telah disepakati pertumbuhan perekonomian sebesar 5,1 persen, inflasi sebesar 4 persen, nilai tukar Rp 13.300 per USD, suku bunga SPN 3 bulan 5,3 persen. Kemudian, harga minyak mentah USD 45 per barel, lifting minyak 780.000 bph menjadi 815.000 bph dan gas bumi 1.150 setara bph.
Untuk defisit disepakati Rp 330,2 triliun atau 2,41 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Kemudian, pendapatan negara disepakati Rp 1.750,3 triliun. Untuk penerimaan perpajakan Rp 1.498,9 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak disepakati Rp 250 triliun.
Sementara, belanja pemerintah pusat disepakati sebesar Rp 1.315,5 triliun, belanja K/L mencapai Rp 763,6 triliun, dan belanja non K/L disepakati Rp 552 triliun. Untuk transfer daerah dan dana desa disepakati Rp 764,9 triliun, dengan belanja transfer daerah mencapai Rp 704,9 triliun, dan dana desa sebesar Rp 60 triliun.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya