Sri Mulyani nilai selama 2 tahun PMN BUMN bantu dongkrak ekonomi RI
Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti optimalisasi pemanfaatan modal negara (PMN) yang diberikan pemerintah kepada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, perusahaan pelat merah tersebut dapat mendongkrak penerimaan negara.
"Selama 2 tahun terakhir, belanja modal yang sangat besar selain infrastuktur adalah penanaman modal negara untuk BUMN. Saya rasa ada di dalam UU APBN, tahun 2015 dan 2016 jumlah PMN mencapai Rp 115 triliun, tentu investasi itu harus dan akan menghasilkan," ujarnya di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (25/10).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, pada tahun 2017 mendatang, pemerintah tak lagi menyuplai perusahaan pelat merah melalui PMN. Kendati demikian, PMN yang telah diberikan selama ini diharapkan dapat membantu dalam mengurangi kesenjangan.
"Untuk 2017, kita akan menjaga APBN kita menjadi instrumen fiskal yang mendorong pertumbuhan ekonomi, kurangi kesenjangan dan atasi kemiskinan. Ini tema yang akan secara terus menerus kami gunakan," tuturnya.
Sri Mulyani menambahkan pihaknya tidak akan menggantungkan penerimaan negara melalui keuntungan dari perusahaan BUMN. Banyak sektor yang masih bisa dikejar, salah satunya pajak.
"Penerimaan pajak harus terus ditingkatkan karena tax ratio kita terendah dibandingkan negara lain. Oleh karenanya reformasi dari perpajakan menjadi sangat urgent, yang terpenting adalah gimana Ditjen Pajak lakukan pengumpulan pajak secara baik," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya