Sri Mulyani: Hati-Hati Inflasi Bisa Gerus Konsumsi Rumah Tangga

Jumat, 1 Juli 2022 16:30 Reporter : Anisyah Al Faqir
Sri Mulyani: Hati-Hati Inflasi Bisa Gerus Konsumsi Rumah Tangga Menkeu Sri Mulyani. istimewa ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati optimis pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 bisa mencapai 4,9 persen hingga 5,4 persen. Alasannya, mobilitas masyarakat kian meningkat dan berbagai aktivitas ekonomi kembali berjalan seiring dengan terkendalinya Covid-19.

Hanya saja, momentum pemulihan ekonomi saat ini mengalami tekanan dari kenaikan inflasi dunia yang mulai merembes ke pasar domestik. Hal ini pun berpotensi menggerus pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang sedang mengalami peningkatan.

"Konsumsi masyarakat yang akan pulih tetapi harus dilihat hati-hati karena inflasi akan menggerus dukungan dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga kita," kata Sri Mulyani di kompleks DPR, Jakarta, Jumat (1/7).

Tak hanya itu, sumber pertumbuhan terbesar lainnya yakni sektor investasi juga berpotensi terganggu jika inflasi terus mengalami kenaikan. Kenaikan inflasi di dalam negeri pun terancam pertumbuhannya.

"Kemungkinan akan tergerus kalau inflasi interested naik, ini bisa menurunkan investasi," katanya.

2 dari 2 halaman

Penentu Kinerja Ekonomi

Artinya, dua sektor ini menjadi penentu kinerja ekonomi tahun ini rentan terhadap kenaikan inflasi. Untuk itu, bendahara negara ini akan menjaga pertumbuhan agar tetap bisa tumbuh dengan kualitas yang baik. Dia menginginkan pertumbuhan ekonomi hanya sukses dari sisi pertumbuhan angka. Melainkan juga harus bisa menciptakan kesempatan baru bagi masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidupnya.

"Pemulihan ekonomi ini bukan untuk kembalikan gross tetapi menciptakan kesempatan kerja baru dan mengurangi kemiskinan," katanya.

Sampai semester-I 2022, sejumlah indikator perekonomian nasional mengalami perbaikan. Angka pengangguran turun menjadi 5,83 persen dari posisi tahun lalu 6,26 persen. Angka kemiskinan juga turun dari 10,2 persen menjadi 9,7 persen. Pihaknya pun berjanji akan berupaya agar di akhir tahun bisa turun ke level yang lebih rendah.

"Pemerintah akan berupaya untuk menurunkan ini di level yang lebih rendah lagi," katanya mengakhiri. [idr]

Baca juga:
Indonesia Waspada Dampak Resesi Ekonomi Amerika
Tarif Listrik Naik, BPS Proyeksi Inflasi Juli Berpotensi Meningkat
Tertinggi dalam 5 Tahun, Inflasi Juni 2022 Capai 4,35 Persen
Biaya Hidup Kian Meningkat, Malaysia Kobarkan Jihad Melawan Inflasi
Bank Indonesia Prediksi Inflasi Melonjak di Atas 4 Persen Pada 2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini