Sri Mulyani: Harga Tiket MRT Jakarta Rp 10.000 Masih Terjangkau

Rabu, 6 Maret 2019 19:19 Reporter : Dwi Aditya Putra
Sri Mulyani: Harga Tiket MRT Jakarta Rp 10.000 Masih Terjangkau Menteri Sri Mulyani Coba MRT. ©2019 Biro KLI Kemenkeu

Merdeka.com - Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta akan segera beroperasi dalam waktu dekat. Namun, hingga kini pemerintah masih juga belum menetapkan besaran tarif tersebut. PT MRT sendiri rencananya mematok tarif kisaran Rp 8.500 atau Rp 10.000.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyatakan, dalam menentukan besaran tarif MRT tentu melihat dari berbagai aspek. Mulai dari waktu tempuh, kenyamanan, hingga daya beli masyarakat itu sendiri. Jadi bukan tidak mungkin, tarif tersebut nantinya akan berada di kisaran yang telah diusulkan oleh MRT.

"Harga tiket dibuat pada level yang masyarakat mampu membayarnya," kata Sri Mulyani usai menjajal MRT di Stasiun Senayan, Jakarta, Rabu (6/3).

Menurut Sri Mulyani untuk jarak tempuh sepanjang 16 kilometer dengan dipatok sebesar Rp 10.000 pun masih affordable (terjangkau) bagi masyarakat. Apalagi, masyarakat dapat menempuh waktu perjalanan hanya dalam 30 menit saja dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia menuju ke Stasiun Lebak Bulus.

"Masih comparable (sebanding) dari pengeluaran penumpang untuk menggunakan fasilitas tersebut. Jadi untuk Jakarta dan sekitarnya masih affordable (terjangkau)," pungkasnya.

Sebelumnya, Merdeka.com menemui beberapa orang warga Jakarta untuk merespon harga tiket yang pas MRT. Adi (29) mengatakan, tarif MRT sebaiknya dipatok Rp 10.000 untuk sekali perjalanan.

"Untuk tarifnya sih kalau bisa jangan terlalu mahal ya, Rp 10 ribu cukup terjangkaulah," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (21/2).

Adi mengatakan, dengan tarif yang terjangkau semua masyarakat dapat menikmati layanan MRT. "Supaya semua orang bisa menggunakan jadi ambil tarif di titik tengah aja," imbuhnya.

Saat ini, Adi lebih senang beraktivitas menggunakan Transjakarta. Jika MRT sudah jadi, dia berminat beralih Transjakarta mengingat jarak tempuh akan lebih singkat.

"Iya pasti (pakai MRT) untuk kerja sih sangat dibutuhkan kecepatannya itu," katanya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini