Sri Mulyani Akui Sudah Diskusi dengan Kementerian ESDM Soal Harga Avtur

Selasa, 12 Februari 2019 18:42 Reporter : Dwi Aditya Putra
Sri Mulyani Akui Sudah Diskusi dengan Kementerian ESDM Soal Harga Avtur Sri Mulyani. ©Instagram Sri Mulyani

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan akan mengkaji struktur biaya avtur PT Pertamina (Persero). Dirinya juga mengaku sudah bertemu dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna membahas insentif pajak pertambahan nilai (PPN) avtur tersebut.

"Kita untuk struktur insentif dari sisi perminyakan sudah diskusi ke Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wakil Memteri ESDM Arcandra. Kita diskusikan," ujarnya saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).

Sri Mulyani mengatakan, tingginya harga avtur tersebut juga akan dilihat apakah karena peranan perpajakannya atau justru karena faktor persoalan lain. "Kita akan lihat mengenai struktur biaya avtur itu. Apa peranan perpajakannya," katanya.

Sebelumnya ditempat terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa permasalahan tingginya harga avtur memang bukan persoalan baru. Untuk itu, dia akan mengecek lebih jauh terkait permasalahan tingginya harga avtur dan juga monopoli oleh Pertamina.

"Saya masih mau lihat itu. Karena itu memang masalah lama itu," kata Luhut, saat ditemui, di Kantornya, Jakarta, Selasa (12/2).

Senada dengan Presiden, Luhut mengakui bahwa harga avtur di dalam negeri jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga avtur di negara tetangga, seperti Singapura. Perbedaan harga yang mencolok tersebut akan membuat industri penerbangan lebih memilih untuk mengisi bahan bakar di luar negeri.

Selain itu, dia menilai opsi yang ditawarkan Presiden Jokowi membuka jalan bagi pemain swasta untuk ambil bagian dalam penjualan avtur sangat bagus. Menurutnya, Jokowi ingin memberi ruang pada sektor swasta untuk terlibat dalam ekonomi, terutama penjualan BBM.

"Presiden mau tidak hanya semua BUMN. Memang ada kewajiban Pertamina juga untuk daerah-daerah terpencil ndak bisa dipungkiri sih," jelas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat keluhan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tentang mahalnya harga Avtur. Mahalnya harga avtur ini membuat tiket pesawat mahal serta kamar-kamar hotel menjadi sepi.

Presiden Jokowi pun mengaku kaget mendengar hal tersebut. Untuk itu, dia akan memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati untuk meminta kejelasan harga avtur di dalam negeri. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini