SPBU Vivo terancam ditutup jika tak penuhi syarat ini

Jumat, 27 Oktober 2017 15:21 Reporter : Wilfridus Setu Embu
SPBU Vivo terancam ditutup jika tak penuhi syarat ini Dirjen Migas ESDM yang baru Ego Syahrial. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

Merdeka.com - PT Vivo Energy Indonesia, penjual bahan bakar minyak (BBM) murah, secara resmi membuka Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo di Cilangkap, Jakarta Timur. SPBU Vivo ini diresmikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial, mengatakan izin pembangunan SPBU kepada Vivo diberikan dengan syarat. Yakni, Vivo juga harus membangun SPBU di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), seperti Indonesia Timur.

"Jelas kayak Vivo itu dia harus membuktikan di Indonesia Timur. Kalau tidak tutup. Gampangnya gitu," ungkapnya di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (27/10).

"Kita minta mereka bangun di wilayah 3T. Jadi kayak kemarin itu semua segala macam itu awal, tapi berikutnya dia harus terbukti betul-betul di Pulau Seram, Sumbawa, Alor," tambahnya.

Dia mengatakan setiap pemain di bisnis BBM mesti terlibat dalam upaya menyalurkan BBM kepada masyarakat hingga seluruh pelosok Indonesia. "Harus nantinya semuanya. Seperti arahan Pak Menteri. Pak Menteri membuka ruanglah agar masyarakat punya option," kata dia.

Dia pun mengatakan, pemerintah memberi waktu kepada Vivo hingga akhir tahun ini untuk dapat membangun SPBU di wilayah 3T. "Harus. Kita akhir tahun ini minta buktikan dulu satu di wilayah Timur. Tadi dia kita panggil, yang pertama di Seram," tegas Ego. [bim]

Topik berita Terkait:
  1. SPBU
  2. ESDM
  3. Ekonomi Indonesia
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini