SP PGN nilai holding energi harus libatkan PLN, PGN dan Pertamina

Jumat, 16 September 2016 16:36 Reporter : Saugy Riyandi
SP PGN nilai holding energi harus libatkan PLN, PGN dan Pertamina aktivitas distribusi Gas Bumi lewat jaringan pipa. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Serikat Pekerja PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk (SP PGN) menilai para trader gas bakal merasa beruntung dengan adanya pembentukan holding migas. Para trader gas ini membuat harga gas ke konsumen akhir sangat tinggi.

Untuk itu, SP PGN mengusulkan agar pemerintah tak hanya membentuk holding migas yang melibatkan PT Pertamina (Persero) dan PGN. Tetapi, membentuk holding BUMN energi yang melibatkan Pertamina, PGN dan PT PLN (Persero).

"Hal ini untuk menjamin tercapainya kedaulatan energi nasional melalui sinergi nyata di antara ketiganya," ujar Ketua Umum SP PGN Mohammad Rasyid Ridha dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/9).

Rasyid menegaskan pembentukan holding ini dengan membuat perusahaan baru yang menaungi ketiga perusahaan tersebut. Dengan adanya perusahaan baru tersebut, lanjutnya, maka akan mencegah konflik kepentingan yang justru menghambat atau bertolak belakang dengan pembentukan perusahaan baru ini.

"Namun, lebih kepada peningkatan value added bangsa Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara lain," tegasnya.

Lebih lanjut, SP PGN juga meminta agar status PGN dalam holding energi tersebut tetap sebagai BUMN. Hal ini penting untuk menjamin kendali pemerintah dalam tata laksana organisasi.

Terkait harga gas tinggi, SP PGN mendukung upaya dari pemerintah untuk menghilangkan rente gas yang sangat merugikan rakyat. Rasyid menambahkan pihaknya juga mendesak agar trader gas yang tidak memiliki infrastruktur untuk dibasmi dengan membuat dan mengimplementasikan tata kelola gas.

"Pemerintah harus berhati-hati dalam membuat holding BUMN di sektor Energi, karena bisa jadi para mafia gas selaku pemburu rente akan mendompleng dan memanfaatkan situasi yang ada. Sehingga, negara akan tersandera lebih dalam ke dalam pusaran rente ekonomi di bidang gas yang tiada akhir. Mafia gas yang terdiri dari para operator dan beking-bekingnya sejatinya adalah musuh bersama bangsa Indonesia," jelasnya.

Untuk mencegah hal itu terjadi, SP PGN menyatakan siap mendukung pemerintah untuk bersama-sama menyusun dan mengawal keseluruhan rangkaian proses tersebut. SP PGN siap untuk diajak serta berkontribusi konstruktif terhadap proses penyusunan ulang tata kelola gas bumi nasional ini. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini