Soal Ayam Impor dari Brasil, Kemendag Sebut Masyarakat Belum Tentu Mau Beli

Jumat, 30 Agustus 2019 19:33 Reporter : Anggun P. Situmorang
Soal Ayam Impor dari Brasil, Kemendag Sebut Masyarakat Belum Tentu Mau Beli Ayam. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Gravicapa

Merdeka.com - Indonesia bakal membuka keran impor ayam asal Brasil. Hal tersebut menyusul kekalahan Indonesia atas gugatan yang diajukan pemerintah Brasil ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, dibukanya keran impor ayam Brasil tak langsung membuat pasar dalam negeri goyang. Sebab, masyarakat belum tentu mau membeli ayam impor.

"Loh ini kan soal impor atau enggak itu kan soal B to B. Teman-teman juga belum ada yang mau impor, kan gitu. Kalau pun ada regulasinya belum tentu ada yang mau impor," ujar Wisnu di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (30/8).

"Kan banyak contoh barang lain yang diperbolehkan impor tapi nggak ada permintaan impornya, kalau masyarakat kita nggak percaya sama barang impor siapa yang mau beli?" sambungnya.

Wisnu melanjutkan, terbitnya keputusan WTO terkait impor ayam Brasil hanya menjadi pilihan bagi masyarakat. Bila pada praktiknya, ayam impor tidak dibutuhkan maka negara tak memaksakan untuk melakukan impor.

"Ya nggak masalah, kan regulasinya comply dengan keputusan WTO, bukan berarti harus impor. Dengan kita kalah, harus impor bukan begitu. Regulasi kita harus comply dengan keputusannya WTO. Soal impor atau enggak itu kalau tidak ada kebutuhan ngapain kita impor? Kalau memang masyarakat kita tidak menyukai ya kan nggak ada impor," jelasnya.

Sebagai informasi, Brasil membawa permasalahan perdagangan ayam tersebut ke WTO sejak 2014 dan memenangkan gugatan pada 2017. Brasil kemudian kembali membawa permasalahan tersebut ke WTO, karena Indonesia belum juga membuka keran impor ayam.

Saat ini, Brasil membuka panel untuk menyelidiki kebijakan aturan impor Indonesia atas komoditas ayam dari negaranya. Diketahui, ayam dari Brasil tidak bisa masuk ke Indonesia sebab tidak mengantongi sertifikasi sanitasi internasional dan sertifikat halal. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini