Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siap-Siap, Pemerintah Bakal Ganti Angkot di Bogor Pakai Bus

Siap-Siap, Pemerintah Bakal Ganti Angkot di Bogor Pakai Bus Angkot di Bogor. ©2020 Merdeka.com/Muhammad Fayyadh/Magang

Merdeka.com - Bogor belakangan ini tak hanya dikenal sebagai kota hujan, melainkan Kota Sejuta Angkot. Entah siapa yang memulai, namun sebutan itu menggambarkan banyaknya angkot yang mengaspal dan memenuhi jalan-jalan di daerah penyangga ibu kota.

Demi mengatasi kemacetan tersebut, Kementerian Perhubungan menghadirkan bus sebagai alat transportasi publik massal yang lebih nyaman dan harga terjangkau. Agar masyarakat beralih menggunakan transportasi publik, sekaligus mengurangi emisi karbon dari kendaraan.

"Satu bus yang ada harus bisa mengeliminasi 3 angkot," kata Kasubdit Pendanaan dan Pengawasan Angkutan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Ghoefron Koerniawan di kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Pusat, Selasa (27/6).

Ada sejumlah alasan yang membuat pemerintah memilih menghadirkan bus ketimbang mengelola angkot yang ada di Bogor Raya. Salah satunya terkait kelayakan angkot yang beroperasi baik secara fisik maupun teknis.

“Usia angkot di Bogor di atas 15 tahun dan kelayakannya secara fisik dan teknis banyak yang tidak memenuhi spesifikasi dalam peraturan perundang-undangan,” kata Ghoefron.

Banyaknya angkot yang beroperasi tentu berpotensi memberikan dampak buruk, baik dari sisi persaingan usaha sampai keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya. “Konsekuensinya itu, karena mereka kejar setoran maka layanannya di sati sisi bisa membahayakan masyarakat,” kata dia.

Tak hanya itu, angkot juga menghasilkan emisi karbon dan menjadi sumber polusi udara. Makanya, pemerintah kata Ghoefron telah menawarkan kepada para pengusaha angkot untuk bergabung dengan pemerintah.

"Kita tawarkan untuk menjadi supir di operator baru dan jumlah emisi bisa kita tekan," kata dia.

Angkot Jadi Transportasi Pengumpan

Pemerintah juga menawarkan para pengusaha angkot ini menjadi transportasi pengumpan (freeder) untuk ruas-ruas jalan peyangangga jalur utama. Mengingat jalur utama akan digantikan dengan bus.

"Artinya kita tidak eliminasi gitu saja, tapi kita berikan ‘mainan baru’ dalam kapasitas load dengan skala rute lebih kecil," kata dia.

Ghoefron menambahkan dalam rangka menekan emisi karbon, pemerintah akan menghadirkan kendaraan listrik di jalur-jalur utama. Hanya saja, hal ini masih dalam tahap penjajakan dengan pihak-pihak terkait.

"Ke depan kita juga menjajaki bagaimana bus benar ini menjadi ev (electric vehicle) Nanti kita konversi jadi bus listrik karena konversi ini butuh biaya yang enggak sedikit," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP