Shelter Ojek Online Diperlukan Agar Tak Ada Kemacetan di Halte MRT

Rabu, 20 Maret 2019 20:20 Reporter : Dwi Aditya Putra
Shelter Ojek Online Diperlukan Agar Tak Ada Kemacetan di Halte MRT GO-JEK. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Dalam aturan tersebut, pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat dengan aplikasi berbasis teknologi informasi (ojek online/ojol), shelter harus disediakan oleh perusahaan aplikasinya.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono menyambut baik upaya penertiban yang coba dilakukan oleh pemerintah. Menurutnya, selama ini keberadaan ojek online tanpa shelter hanya membuat jalanan di area Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tidak teratur, lantaran banyak para pengemudi yang berhenti sembarangan.

Apalagi, dengan mulai beroperasinya Mass Rapid Transit (MRT), dikhawatirkan setiap stasiun pemberhentian akan dipadati oleh sejumlah pengemudi ojek online. Sehingga akan menambah kepadatan di sekitar area tersebut. Oleh karenanya, penggunaan shalter khusus ini akan meminimalisir terjadi kepadatan lalu lintas.

"Jangan sampai nanti stasiun-stasiun MRT itu berantakan seperti KCI (Kereta Commuter Indonesia) sekarang. Kalau berantakan susah kita aturnya, dan ini akan kita jadikan role model, kalau dia nanti tertib, rapi, otomatis nanti stasiun kereta api yang lain akan mengikuti," kata Bambang saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (20/3).

Bambang mengatakan, paling tidak shelter-shelter tersebut nantinya bisa disiapkan baik dari pengelola MRT itu sendiri, Pemerintah Pusat, maupun Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Sehingga ketertiban pengemudi ojek bakal mendukung kelancaran arus moda transportasi massal lainnya.

"Pengoperasian MRT ini kan taglinenya ubah Jakarta, kalau ubah-ubah Jakarta, maka semua berubah. Jangan nanti MRTnya sudah on time, sudah melayani dengan baik, nyaman, tapi di terminal-terminal MRT berantakan," tegas dia.

Bambang menambahkan, pihaknya pun akan melakukan uji coba shelter ojek online di Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas pada Kamis besok. "Makanya saya mau uji coba, katanya Go-Jek punya aplikasi mengatur dia bisa tertib asal ada PoA (point of interest) nya, saya tetapkan mereka akan kumpul di sana semua. Kita mau uji coba besok di Dukuh Atas, gojek nanti mau melakukan uji coba, kalau itu sukses mau kita pakai," pungkasnya.

Sebelumnya, shelter ojek online di Jalan Kartini, Pancoran Mas Depok mulai diujicoba. Keberadaan shelter ini untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di sekitaran Stasiun Depok setiap harinya. Shelter ini berada di sebuah lahan kosong tepatnya di samping Rumah Makan Steak Moen-moen.

Kepala Dinas Perhubungan Depok, Dadang Wihana, mengatakan untuk shelter ojek online baru dilakukan uji coba. Pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas di sekitaran Stasiun Depok.

"Kita sedang tata Stasiun Depok lama, ada manajemen rekayasa lalu lintas dan baru uji coba memasukkan ojol ke shelter atau halte ojek online," katanya, Selasa (19/3).

Ujicoba dilakukan selama satu minggu ke depan. Dia meminta kepada aplikator untuk merelokasi sinyal ke dalam halte yang sudah disiapkan. Sehingga tidak ada lagi ojek online yang nunggu penumpang di pinggir jalan. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini