Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sewa lahan naik, pengusaha ikan Muara Baru ancam gulung tikar

Sewa lahan naik, pengusaha ikan Muara Baru ancam gulung tikar pasar ikan . ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Para pengusaha ikan yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Pelabuhan Muara Baru (P3MB) menilai kebijakan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) yang menaikkan uang sewa lahan sampai 450 persen membuat banyak perusahaan perikanan kolaps. Angka ini dirasa sangat tinggi, berarti harga sewa bisa mencapai lebih dari Rp 50 miliar.

"Kenaikan sepihak ini jelas akan berpengaruh besar dari hulu sampai hilir. Jelas semua sektor terkena imbasnya dan akan membuka peluang pengangguran baru yang jumlah ribuan bahkan puluhan ribu orang," ujar Ketua P3MB Tachmid Widiasto Pusoro dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (5/10).

Dia mengakui kenaikan sewa lahan tersebut memang diperlukan. Namun, jumlahnya harus didiskusikan terlebih dahulu dengan melibatkan pengusaha dan nelayan.

P3MB berharap kenaikan tidak lebih dari 20 persen, sehingga nantinya kenaikan biaya lainnya masih rasional dan tidak memberatkan masyarakat sebagai konsumen. "Beberapa tahun terakhir hasil tangkapan kami berkurang karena kebijakan pemerintah. Mulai dari moratorium kapal asing sampai transhipment. Kami ikuti dengan baik, namun jangan juga kami dibebankan biaya sewa yang mahal, ini jelas membunuh kami pelan-pelan," jelasnya.

Tachmid menjelaskan, dampak terburuk bagi para pengusaha adalah tingginya biaya operasi dan gulung tikar. Jika hal itu terjadi, puluhan ribu orang terancam kehilangan pekerjaan.

"Di pelabuhan Muara Baru ini kami mempekerjakan 8.000 pekerja dari 52 perusahaan. Belum lagi unit usaha lain yang terkait. Total lebih dari 50.000 orang menggantungkan hidupnya dari aktivitas di pelabuhan Muara Baru ini," pungkasnya. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP