Sering Disebut 'Ratu Utang', Ini Tanggapan Sri Mulyani

Senin, 3 Oktober 2022 19:26 Reporter : Merdeka
Sering Disebut 'Ratu Utang', Ini Tanggapan Sri Mulyani Menteri Keuangan Sri Mulyani. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Di hadapan para mahasiswa di ajang Indonesia Economic Outlook Forum 2023, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyinggung stigma yang pernah didengarnya, salah satunya soal sebutan 'Ratu Utang'. Menurutnya, hal itu adalah stigma yang tak mendasar.

Dia menjelaskan, stigma itu berkaitan dengan kemampuan mahasiswa, atau masyarakat umum terkait penggunaan data, khususnya terkait ekonomi. Dia berharap mahasiswa di hadapannya, khususnya mahasiswa jurusan ekonomi bisa fasih dan memiliki kemampuan untuk membaca data dan membedah data.

"Maka saya akan sangat senang sekali karena Indonesia akan diisi oleh ekonom muda yang cemerlang yang tahu data behavior gimana capture dalam suatu modeling, anda mengolahnya anda bisa membacanya anda berdebat mengenai interpretssi data, dan hasil running anda, that's beautiful. Itu debat yang menyenangkan banget," paparnya dalam Indonesia Economic Outlook Forum 2023, Senin (3/10).

Dia juga memberi contoh debat-debat yang tak berdasar. Misalnya, berbagai ungkapan yang mrmbawa stigma yang tidak tepat, seperti sebutan, kadrun, cebong, hingga 'Ratu Utang'.

"Karena debat yang tidak menyenangkan hanya bilang 'ah kamu bego', 'ah kamu kadrun', 'ah kamu cebong', itukan kayak gitu kan. Tapi anda bisa bicara, oh Sri Mulyani Ratu Utang, itu kayak gitu-gitu adalah bukan debat tapi stigma," terangnya.

Dia berpesan ke para mahasiswa ekonomi itu untuk bisa membaca data dengan kerangka teori yang tepat, sesuai dengan yang diketahui. Dengan demikian, debat atau diskusinya akan tepat sasaran dan sesuai substansi.

"Kalau anda, anda kan bicara fata dengan theorical framework yang anda ketahui, anda bisa run, bisa saja ada beda karena model beda, dan kemudian and abisa pun hasil yang sama pun anda bisa bacanya berbeda. Sah," ujarnya.

"Dan itu enak nantinya kita bicaram how much the economy suffering from the shock. Itukan shock. How much it will take untuk membuat remedi bahkan recovernya," tambah bendahara negara itu.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Tembus Rp6.127 Triliun, Utang Luar Negeri RI Disebut Masih Aman
Utang BUMN Tembus Rp1.500 Triliun, Masih Sehat?
Hukum Melalaikan Utang dalam Islam, Perlu Diketahui
Berkat Transformasi, Utang PLN Turun Jadi Rp407 Triliun
AHY Singgung Peningkatan Utang Indonesia Bakal Membebani Pemerintah Mendatang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini