Sepeda Motor Perlu Diberlakukan Ganjil Genap untuk Mengurangi Polusi

Jumat, 16 Agustus 2019 18:34 Reporter : Merdeka
Sepeda Motor Perlu Diberlakukan Ganjil Genap untuk Mengurangi Polusi

Merdeka.com - Direktur eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin menilai bahwa penerapan ganjil genap di Jakarta yang diterapkan pada kendaraan beroda empat dirasa kurang efektif untuk mengurangi polusi. Hal itu karena kebijakan tersebut tidak diberlakukan untuk sepeda motor sebagai penyumbang polutan terbesar yaitu mencapai 44,53 persen di Jakarta.

"Jadi kalau ganjil genap mau efektif jangan ada diskriminatif roda dua dan roda empat, dua-duanya diterapkan saja gak usah khawatir dan jangan berasumsi bahwa pengendara roda dua adalah menengah ke bawah, salah itu jadi terapkan saja itu," ujar Ahmad Safrudin ketika ditemui di Sekretariat KPBB, Jakarta Jumat (16/8).

Dia mengungkapkan bahwa selain mengurangi polusi di Jakarta, penerapan ganjil genap pada sepeda motor pun dapat meningkatkan pendapatan pengendara ojek online.

"Jangan khawatir nanti kalo diterapkan, katakanlah ojek online, jangan khawatir akan kehilangan pendapatan karena mengurangi persaingan antar driver ojol," ungkapnya.

"Jadi sehari kerja sehari libur, percaya deh itu kan tinggal separuh-separuh kan, pertama dia pendapatan sudah naik hari ini, besok hari dia bisa istirahat atau kerja yang lain. Logika seperti itu yang seharusnya diterapkan pak menteri perhubungan, jangan khawatir akan kontradiktif terhadap pendapatan taksi online tadi," ujarnya.

Sebelumnya dia telah melakukan perhitungan terhadap kendaraan baik di DKI Jakarta maupun kendaraan yang masuk ke wilayah DKI Jakarta setiap harinya. Dari hasil perhitungan tersebut, setidaknya terdapat sekitar 14 hingga 15 juta kendaraan roda dua yang masuk ke wilayah jakarta yang berasal dari Bodetabek setiap harinya.

Ahmad menyebutkan apabila berdasarkan hasil perhitungan sepeda motor tersebut dan dikaitkan dengan polutan yang dihasilkan sepeda motor yang mencapai 44,53 persen, maka dapat mengurangi jumlah polusi di DKI Jakarta.

Reporter Magang: Evie Haena Rofiah [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini