Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sepanjang 2018, Pertamina Tutup 150 Pangkalan LPG Nakal di Solo Raya

Sepanjang 2018, Pertamina Tutup 150 Pangkalan LPG Nakal di Solo Raya elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sepanjang tahun 2018, PT Pertamina (Persero) telah menutup sebanyak 150 pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Solo Raya. Penutupan dilakukan karena berbagai alasan. Selain alasan administrasi, penyebab lainnya didominasi penyalahgunaan penyaluran.

"Solo Raya ini sudah 150 (pangkalan) yang tutup, per Januari sampai November. Cuma kasusnya beda-beda, ada yang nggak tertib administrasi, ada yang penyalurannya nggak bener, ada yang peruntukkannya lebih banyak melayani rumah makan atau usaha-usaha yang seharusnya nggak boleh pakai," ujarSales Eksekutif LPG Rayon V PT Pertamina Andeka Sangtraga di Sukoharjo, Selasa (13/11).

Menurut Andeka, saat ini di Solo Raya terdapat sekitar 8.500 pangkalan LPG. Dari 150 pangkalan yang ditutup itu, terbanyak beroperasi di Kota Solo.

Andeka mengakui jika saat ini penyaluran LPG bersubsidi masih banyak terjadi salah sasaran. Apalagi sistemnya masih terbuka dan masih merupakan program kesadaran. Untuk itu, lanjut Andeka, pihaknya menggandeng stakeholder terkait untuk mengedukasi agar para pengusaha mau beralih ke LPG non subsidi. Karena selama ini masih banyak yang khawatir dan menganggap tidak mudah untuk beralih ke LPG non subsidi.

"Yang dikhawatirkan kalau beralih ke non subsidi, mereka nyarinya susah. Padahal harganya pasti, stoknya banyak, nyarinya juga mudah," katanya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP