Semester I 2017, BNI salurkan kredit Rp 412,18 T tumbuh 15,4 persen
Merdeka.com - PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 412,18 triliun pada semester I 2017. Angka ini tumbuh sebesar 15,4 persen dibandingkan penyaluran kredit pada periode yang sama pada 2016 sebesar Rp 357,22 triliun.
Direktur Bisnis Konsumer BNI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan tumbuhnya kredit yang disalurkan BNI terutama ditopang oleh realisasi pembiayaan ke sektor Business Banking pada semua segmen, dari debitur usaha korporasi (corporate), menengah, hingga kecil.
Tak hanya itu, Anggoro pun menambahkan, menggeliatnya proyek-proyek infrastruktur dan pertanian juga mendorong cepatnya laju pertumbuhan kredit yang disalurkan BNI. "Kredit yang tersalurkan pada proyek infrastruktur terfokus pada proyek jalan tol di Pulau Jawa oleh BUMN yang bergerak disektor infrastruktur dan konstruksi. Kredit ke sektor pertanian terfokus pada pengembangan perkebunan oleh perusahaan-perusahaan nasional yang memiliki jaringan bisnis internasional," katanya di Kantor Pusat BNI, Jakarta Pusat, Selasa (12/7).
Secara umum, dari komposisinya, BNI menyalurkan kredit Rp 296,12 triliun atau 71,8 persen dari total kredit untuk sektor Business Banking. Rp 67,05 triliun atau 16,3 persen ke sektor Consumer Banking.
Serta, Rp 25,92 triliun atau 6,3 persen penyaluran kredit untuk debitur-debitur overseas. "Rp 23,09 triliun atau 5,6 persen disalurkan melalui perusahaan-perusahaan anak BNI," tuturnya.
Adapun pembiayaan ke sektor Business Banking mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 13,5 persen (yoy) terhadap Semester I 2016. Kredit ke sektor Consumer Banking tumbuh 10 persen (yoy).
Untuk penyaluran kredit ke cabang luar negeri (overseas branches) tumbuh 59,2 persen (yoy) dari realisasi Semester I 2016, sedangkan kredit yang disalurkan melalui perusahaan-perusahaan anak tumbuh 20,4 persen (yoy) dibandingkan Semester I – 2016.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya