Sektor Properti Diprediksi Tumbuh Lambat Tahun Ini

Kamis, 16 Januari 2020 16:15 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sektor Properti Diprediksi Tumbuh Lambat Tahun Ini 3 Kiat menjadikan apartemen sebagai primadona investasi. ©Shutterstock

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda memprediksi industri properti akan mulai tumbuh tahun ini setelah tahun lalu menghadapi berbagai guncangan. Pertumbuhan sektor properti diramal mampu melampaui angka 8 persen.

"Properti mulai sedikit demi sedikit tumbuh. Tahun lalu sudah tumbuh 8 persen, khusus segmen menengah malah sudah tumbuh 13 persen. Ke depan harus lebih tinggi dari itu," ujar Ali kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (16/1).

Ali mengatakan, industri properti memang belum lepas dari bayang-bayang ekonomi global yang masih belum menentu. Namun, sektor properti bisa tumbuh dengan upaya pemerintah menjaga ekonomi dalam negeri tetap stabil.

"Meskipun masih dibayangi oleh pelemahan ekonomi global. Tahun 2020 masih ada pergerakan pertumbuhan walau belum stabil sepenuhnya tapi trennya meningkat," jelasnya.

Beberapa faktor internal yang cukup baik mendukung pertumbuhan industri properti antara lain pertumbuhan ekonomi yang mampu dipertahankan pada sekitar 5 persen. "Indikator ekonomi nasional cukup bagus. Pertumbuhan ekonomi 4,9 sampai 5,1 persen, inflasi stabil di 3 persen, dan tren suku bunga menurun," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Harga Properti di 2020 Diprediksi Stabil

Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menyatakan, properti merupakan salah sektor yang terkena dampak banjir di Jakarta. Dampak terbesar dialami segmen residensial atau perumahan tapak, sehingga terjadi penyesuaian harga akibat perubahan supply dan demand terhadap perumahan yang mengalami banjir.

"Berdasarkan pengalaman selama ini, banjir besar biasanya terjadi pada kuartal pertama, bulan Januari hingga bulan Maret. Menurut data Rumah.com Property Index penurunan harga perumahan di kawasan yang terkena banjir tidak drastis dan hanya bersifat sementara," jelas Ike melalui keterangan resminya, Rabu (15/1).

Jika membandingkan data harga rumah dari Rumah.com Property Index terhadap wilayah yang terkena banjir dari tahun 2015 hingga 2018, menunjukkan bahwa tidak terjadi penurunan harga secara drastis, di beberapa wilayah malah terjadi kenaikan harga properti.

"Relatif stabilnya harga properti paska terjadinya banjir karena walaupun wilayah yang terkena banjir tersebar, tapi dampaknya di masing-masing daerah tidak meluas, sehingga tidak terlalu mempengaruhi pasar properti seperti data yang ditunjukkan dari Rumah.com Property Index," jelasnya.

Dia menambahkan, harga hunian di wilayah terdampak banjir memang cenderung stabil dan kecil kecenderungannya harganya akan turun. Untuk rumah-rumah berskala besar yang terkena banjir, mungkin akan ada promo menarik yang biasanya diberikan oleh pemilik rumah atau agen properti yang ditunjuk.

"Namun untuk rumah kecil harganya akan cenderung stagnan, karena harga rumahnya sudah murah, jadi tidak mungkin diberi diskon atau semacamnya jadi harganya hanya akan jalan di tempat saja," kata Ike. [azz]

Baca juga:
Banjir di Awal Tahun, Harga Properti di 2020 Diprediksi Stabil
Obligasi Bunga 8,1 Persen Lippo Karawaci Kelebihan Permintaan 4,5 Kali
YLKI Catat Kasus Meikarta Menjadi Aduan Terbanyak di Sektor Perumahan
Kawasan Timur Jakarta Berpotensi Jadi Hunian Nyaman, Ini Syaratnya
Pasar Properti Australia Cerah, Crown Group Catat Penjualan Rp460 M Dalam Tiga Bulan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini