Sejumlah Produsen Mobil Raksasa Tertarik Investasi Mobil Listrik di RI

Jumat, 28 Desember 2018 17:42 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Sejumlah Produsen Mobil Raksasa Tertarik Investasi Mobil Listrik di RI Harjanto. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian, Harjanto mengatakan, beberapa produsen otomotif seperti Hyundai, Toyota, dan Suzuki tertarik membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Saat ini produsen-produsen tersebut sedang dalam taraf penjajakan.

"Kayak pabrik Suzuki, Toyota, Hyundai. Kan mereka baru taraf penjajakan," kata Harjanto saat ditemui, di Kemenko Maritiman, Jakarta, Jumat (28/12).

Meski demikian, Harjanto mengaku belum dapat mengungkapkan secara terperinci terkait rencana investasi tersebut, seperti besaran investasi maupun waktu persis investasi dilakukan. Sebab, kebijakan investasi itu akan ditentukan oleh masing-masing perusahaan berdasarkan hasil penjajakan yang mereka lakukan.

"Intinya mereka sudah ada willingness mau rencana investasi. Tapi kapannya ya tanya mereka lah, itu mereka," tegasnya.

Sementara itu, Peraturan Presiden (Perpres) saat ini, mobil listrik telah masuk tahap finalisasi. Perpres tersebut akan menjadi payung hukum bagi industri yang akan mengembangkan mobil listrik.

"(Target penerbitan Perpres) tanya sama Menko Kemaritiman, targetnya ini mau dirapatkan lagi Januari 2018," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa Indonesia terus berupaya untuk mengembangkan kendaraan listrik di dalam negeri. Berbagai komponen kendaraan listrik diupayakan dapat dibuat di dalam negeri.

Untuk komponen baterai, kata Luhut akan dipasok dari pabrik lithium bisa yang akan mulai dibangun pada 11 Januari 2019 di Morowali. Menurut dia, baterai yang dihasilkan akan lebih murah.

Luhut mengatakan bahwa saat ini sudah ada produk motor listrik, yakni Gesits. Hanya memang harus diakui bahwa komponen baterai yang digunakan pada produk tersebut masih mahal.

"Gesits sepeda motor yang ditampilkan Presiden kemarin. Tapi baterai masih agak sedikit mahal. Tidak apa-apa. Nanti lithium battery yang di Morowali selesai dalam waktu 1,5 tahun, atau 2 tahun ke depan, nanti baterai itu akan menggantikan," kata dia, di Kantornya, Jakarta, Kamis (6/12).

Selain itu, saat ini pemerintah tengah menjajaki rencana pembangunan pabrik mobil listrik, salah satunya di Purwakarta. Luhut mengatakan hal tersebut sebagai upaya Indonesia agar lebih mandiri dalam proses produksi mobil listrik. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini