Sejumlah pintu masuk tol ini akan ditutup saat arus balik Lebaran

Kamis, 14 Juni 2018 22:00 Reporter : Merdeka
Kemacetan di pintu Tol Palimanan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai operator jalan tol akan menutup beberapa pintu masuk di ruas tol sepanjang Semarang hingga Jakarta pada saat arus balik Lebaran 2018.

Hal itu diberlakukan untuk mengantisipasi kepadatan volume kendaraan, khususnya di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama yang disinyalir akan kembali menjadi titik pusat kemacetan saat arus balik.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menjelaskan, kebijakan itu bakal diterapkan bila Gerbang Tol Palimanan menuju Cikampek sampai dengan Jakarta mulai terlihat sangat padat.

"Tapi hanya waktu-waktu tertentu saja ya, dan ini lagi kita godok. Untuk tanggalnya, 19-20 Juni, dua tanggal itu," ucap dia di Kantor Korlantas Polri, Jakarta, Kamis (14/6/2018).

Beberapa pintu tol yang nantinya akan terkena dampak penutupan bagi kendaraan yang hendak memasuki jalur bebas hambatan pada arus balik tersebut antara lain GT Pejagan, Kanci, Cirebon, Palimanan, Kertajati, Subang.

Adapun upaya penutupan pintu masuk tol ini dibuat untuk mengurai kepadatan lalu lintas dari arah tol menuju jalan nasional. Jika sudah diimplementasikan, itu turut memperlebar lajur yang tersedia untuk dilewati bagi kendaraan yang dialihkan pada pintu keluar tol menuju jalan arteri.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan, pengalihan akan diberlakukan bila volume ambang batas kendaraan di GT Pejagan sudah di atas 60 persen pada jam-jam tertentu.

Dijelaskannya, Jasa Marga telah merumuskan, ada sekitar 700 ribu kendaraan yang masuk ke jalan tol pada saat arus mudik 2017. Ia memperkirakan, total akan ada kurang lebih 800 ribu unit kendaraan yang melaju pada mudik tahun ini.

"Jadi ada sekitar 500 ribu yang masuk tol, 300 ribu yang di jalan arteri," terang dia seraya menggambarkan kondisi ideal lalu lintas mudik tahun ini.

Oleh karenanya, ia menyatakan akan mendorong keluar kendaraan yang mulai menumpuk di GT Pejagan agar lalu lintas bisa lebih cair.

"Kalau di Pejagan kan sudah enggak jauh juga. Tinggal lewat Brebes, Losari, Cirebon, langsung Indramayu, terus sampai ke Jakarta juga," tutup Budi.

Sumber : Liputan6

Reporter : Maulandi Bayu Rizky Kencana [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini