Sejak 2012, investasi China naik 18 kali lipat

Senin, 17 Juli 2017 14:37 Reporter : Anisyah Al Faqir
Jokowi resmikan kereta cepat Bandung-Jakarta. ©Reuters/Garry Lotulung

Merdeka.com - Deputi Kerjasama Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman mengatakan dalam empat tahun terakhir, nilai investasi perusahaan asal China di Indonesia meningkat hingga 18 kali lipat sepanjang tahun 2012-2016. Semula total investasi perusahaan China yang ada di Indonesia sebanyak USD 140 juta. Hingga 2016, total investasi sudah mencapai USD 2,7 miliar.

"Selama beberapa tahun terakhir investasi dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok) ini meningkat tajam seperti 2012 jumlahnya USD 140 juta meningkat hampir 18 kali lipat menjadi USD 2,7 miliar di 2016," kata Rizal di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (17/7).

Sejalan dengan peningkatan investasi di Indonesia, jumlah proyek investasi pun meningkat. Terhitung sejak 2012, ada 1.700 proyek yang dikerjakan perusahaan Tiongkok di Indonesia.

Rizal menuturkan pendapatan ekonomi di China lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Terbukti, dari jumlah pendapatan per kapita setiap tahunnya yang menyentuh angka USD 10.000, berbeda dengan Indonesia yang masih sekitar USD 3.500.

"Pendapatan ekonomi dan penghasilan masyarakat China selalu meningkat artinya biaya tenaga kerja di China agak tinggi," kata Rizal.

Saat ini, lanjutnya, banyak proyek infrastruktur yang ditangani perusahaan asal China. Minimnya tenaga ahli Indonesia yang menguasai membuat perusahaan China mendatangkan ahlinya.

"Ketersediaan tenaga kerja Indonesia yang relatif murah menjadi tantangan buat Indoensia yang menyediakan tenaga kerja untuk mendukung proyek investasi RRT," jelasnya.

Rizal menambahkan, penyediaan tenaga ahli asal Indonesia menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam rangka peningkatan keterampilan. "Karena itu proses training dan peningkatan keterampilan menjadi PR bagi Indonesia," tegasnya.

Untuk menanggulangi kebutuhan tenaga ahli, Pemerintah telah melakukan upaya mempermudah proses izin kerja tenaga kerja asing. Sehingga, akan mempercepat pula proses pembangunan yabg ada di Indonesia.

"Sehingga saat memerlukan tenaga asing dapat meminta izin tenaga kerja jadi mudah dan cepat dan itu yang diharapkan Pemerintah Indonesia," pungkas Rizal.

[sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini