Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sediakan Layanan Ekosistem Digital Bisnis Digital, ESB Catat Transaksi Rp5 Triliun

Sediakan Layanan Ekosistem Digital Bisnis Digital, ESB Catat Transaksi Rp5 Triliun UKM. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyedia software sistem operasional bisnis kuliner all-in-one, PT Esensi Solusi Buana (ESB) siap mendukung UMKM untuk semakin mudah beradaptasi dengan perkembangan gaya hidup. Tak hanya itu, perusahaan juga siap memberikan efisiensi operasional serta meningkatkan pengalaman dan kualitas pelayanan, sehingga memungkinkan UMKM untuk tumbuh, dan berkembang.

CEO ESB Restaurant Technology, Gunawan Woen mencatat, terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM di Indonesia, namun hanya sekitar 15 juta yang telah memasuki ranah digital. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung digitalisasi nusantara ini dan menawarkan solusi bagi para pelaku UMKM khususnya yang bergerak di sektor F&B melalui produk-produk perusahaan.

"Berdasarkan data pertumbuhan bisnis para mitra kami, dapat terlihat bahwa teknologi yang ESB hadirkan telah sedikit banyak berkontribusi pada realisasi investasi sektor F&B di Indonesia. Kami yakin hadirnya teknologi dari ESB akan turut mendongkrak ekonomi para pelaku UMKM sektor kuliner," katanya dikutip di Jakarta, Rabu (23/3).

ESB sendiri diakui oleh Gunawan, juga tengah menjalankan program menuju Visi Indonesia 2030, yaitu untuk membangun pertumbuhan dan perkembangan bisnis UMKM di sektor kuliner dan membuka lapangan pekerjaan.

VP of Business Development ESB, Bobby Hadiwijaya menyampaikan, hingga kuartal 1-2022, lebih dari 4.000 merchant telah menggunakan teknologi ESB. Melalui testimoni dari mitra merchant, baik besar maupun UMKM, teknologi ESB membantu menaikkan penjualan mereka lebih dari 45 persen dan juga meningkatkan jumlah pemesanan di atas 15 persen.

Karena pengeluaran jadi terkontrol, pemasukan jadi lebih besar. Sampai saat ini ESB mencatat total transaksi lebih dari Rp5 triliun.

"Merchant-merchant ini tidak hanya berasal dari Jabodetabek, namun juga dari sejumlah kota besar lainnya seperti Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Bali. Teknologi kami terbukti bisa digunakan tidak hanya oleh merchant-merchant besar, namun juga oleh pelaku UMKM sektor kuliner di seluruh Indonesia."

Melihat pertumbuhan bisnis dari para mitra yang telah tergabung, ESB akhirnya benar-benar serius menjalankan rencana ekspansi bisnis dengan menyasar sektor UMKM. Hal ini sejalan dengan rencana jangka panjang, di mana ESB ingin dapat membantu lebih banyak lagi pengusaha kuliner dari berbagai kalangan, tidak hanya di Indonesia namun juga hingga ke pasar Asia Tenggara dan Asia secara luas.

"Kami menargetkan lebih dari 20.000 merchant dapat bergabung dengan ekosistem ESB tahun ini. Dengan misi saat ini, kami optimis dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis dua kali lebih besar dibandingkan tahun lalu. Hal ini tentunya untuk memberikan solusi teknologi bagi generasi mendatang yang berorientasi pada kebutuhan sektor kuliner di Indonesia."

Sejalan dengan perencanaan realisasi SDGs di Indonesia menuju Visi Indonesia 2030, ESB semakin termotivasi untuk meningkatkan penggunaan teknologi yang tepat dan mendorong implementasi industri 4.0.

"Kehadiran ekosistem teknologi dan ekosistem solusi seperti edukasi, dan mentoring yang kami bawa pada sektor kuliner ini diharapkan mampu mendorong pemerataan literasi teknologi dan digitalisasi UMKM. Kami juga mengajak para pelaku kuliner di Indonesia untuk tumbuh dan berkembang bersama ekosistem ESB," tambah Yang Hira Idris, Head of Business Development ESB.

Diperkenalan di Digitalisasi Nusantara Expo & Summit 2022

Komitmen ESB melalui teknologi terintegrasi dan ekosistem solusi yang dimiliki akan diperkenalkan secara lebih luas pada perhelatan Digitalisasi Nusantara Expo & Summit 2022 (DNES 2022) di Surakarta, akhir Maret mendatang.

Acara DNES 2022 yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Yayasan Internet Indonesia, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta dan kementerian terkait, merupakan salah satu upaya nyata dan menyeluruh untuk menjembatani ketimpangan transformasi digital dan produktivitas ekonomi yang masih terasa terutama di wilayah daerah.

"Tujuan ESB turut berpartisipasi juga adalah untuk mendukung optimalisasi pengembangan ke wilayah ini dengan harapan mendorong percepatan tercapainya target pemerintah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030," ucap CEO ESB Restaurant Technology, Gunawan Woen.

DNES 2022 menjadi gerbang bagi ESB untuk menunjukkan kepada para pelaku bisnis UMKM sektor kuliner, terutama di Kota Surakarta, bahwa teknologi dan ekosistem yang telah dibangun oleh ESB akan dapat mendukung pertumbuhan para pebisnis UMKM tersebut.

Selain itu, hadirnya DNES 2022 di Surakarta, menurut Gunawan, menjadi pilihan tepat bagi ESB untuk berpartisipasi lantaran Surakarta memiliki pertumbuhan UMKM yang sangat pesat. Lebih dari 70 persen UMKM di Surakarta, merupakan UMKM di sektor kuliner.

"Seperti yang kita ketahui, Bapak Gibran Rakabuming Raka selaku Walikota Surakarta memiliki visi dan gagasan dalam pengembangan UMKM melalui pembinaan yang integratif dan digitalisasi serta pengembangan produk dan upscaling usaha. Program kami sejalan dengan pandangan tersebut dan hal ini juga menjadi semangat pacu bagi ESB untuk memperkenalkan ekosistem teknologi yang kami miliki ke pasar UMKM di Surakarta," Tambah Gunawan.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP