Rupiah Menguat ke Level Rp13.972 per USD

Kamis, 26 Desember 2019 09:43 Reporter : Siti Nur Azzura
Rupiah Menguat ke Level Rp13.972 per USD idr rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat hari ini, Kamis (26/12). Pagi ini, Rupiah dibuka di level 13.977 per USD atau stagnan dari penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp13.978 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih menguat usai pembukaan ke level Rp13.972 per USD. Namun, Rupiah kembali melemah tipis, dan saat ini berada di level Rp13.975 per USD.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dimakzulkan (impeached) oleh DPR AS lewat voting pada Rabu sore waktu setempat, atau Kamis (19/129) waktu Indonesia. Pemakzulan ini berdampak bukan hanya di lingkup negara Paman Sam, namun seluruh dunia termasuk dalam ekonomi global.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan, pemakzulan Trump tentu akan mempengaruhi pergerakan pasar keuangan global terutama dalam jangka pendek.

"Pengaruhnya di nilai tukar, tapi itu juga dipengaruhi oleh seberapa baik kondisi ekonomi suatu negara. Alhamdulillah di Indonesia, pengaruhnya minimal," tutur Perry di kantornya, Kamis (19/12).

1 dari 1 halaman

Rupiah Diprediksi Tertekan di 2021

Mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Muhammad Chatib Basri memprediksi nilai tukar (kurs) rupiah akan stabil di tahun 2020, amun di tahun akan bergejolak di 2021. Hal itu karena The Fed atau bank sentral Amerika Serikat (AS) yang dipastikan akan kembali mengerek suku bunga acuannya di 2021.

Prediksi tersebut berdasarkan hasil survei dari anggota rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menyebut jika tingkat suku bunga The Fed masih akan datar (flat) pada 2019-2020. Namun, pada 2021-2022 hasil survei menunjukkan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya di 2021.

"Berarti rupiah akan stabil di 2019-2020 dan bahwa mungkin rupiah akan bergejolak di 2021-2022," kata dia, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (10/12).

Menurutnya, itu akan menggoyang kebijakan di emerging market atau negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebab saat The Fed menurunkan suku bunga acuannya, arus modal akan mengalir ke emerging market. Namun ketika mereka menaikkan suku bunga acuannya maka modal tersebut akan keluar dari emerging market dan beramai-ramai masuk ke AS.

"Jika itu kondisi yang ada maka mungkin kita akan punya gambaran rupiah yang relatif stabil di tahun ini dan tahun depan sekitar Rp14.500 atau dalam rentang dalam asumsi pemerintah," jelasnya. [azz]

Baca juga:
Terhimpit Masalah Berat, Ekonomi Indonesia 2019 Mampu Bertahan Tumbuh Positif
Sempat Dibuka Menguat, Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp14.000-an per USD
Pemakzulan Donald Trump Buat Nilai Tukar Rupiah Menguat
Bank Indonesia Siapkan Rp105 T Penuhi Kebutuhan Uang Tunai Natal dan Tahun Baru
Rupiah Melemah Tipis di Level Rp13.995 per USD
Rupiah Diprediksi Tertekan di 2021

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini