Riset: Masyarakat DKI Dukung Pembatasan Penggunaan Skuter Listrik

Kamis, 28 November 2019 17:23 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Riset: Masyarakat DKI Dukung Pembatasan Penggunaan Skuter Listrik Skuter Listrik di Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Masyarakat DKI Jakarta mendukung pembatasan penggunaan skuter listrik, karena rendahnya standar keamanan serta kurang tertibnya pengguna dalam memanfaatkan skuter listrik. Hal tersebut berdasarkan hasil riset yang dilakukan Research Institute of Socio Economic Development (RISED).

Rumaya Batubara, Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga mengatakan, dalam riset yang dilakukan dengan 1.000 orang responden tersebut, muncul sejumlah poin yang berisi pandangan publik atas kehadiran skuter listrik.

"Hasilnya pendapat masyarakat hasilnya kebanyakan negatif. Riset dilakukan dua minggu lalu. Ini bagian dari komitmen kita memperkaya perdebatan publik dari sisi konsumen pengguna suatu transportasi publik," kata dia, dalam diskusi bertajuk Quo Vadis Aturan Main Skuter Listrik, di Jakarta, Kamis (28/11).

Pada poin 'Respon pengguna jalan raya DKI' tercatat 75,4 persen dari total responden menolak penggunaan skuter listrik, sementara sisanya, 24,6 persen menerima. "Atau tiga dari empat responden setuju bahwa penggunaan skuter listrik di DKI Jakarta harus ditolak," ujar dia.

Dari sisi 'Kenyamanan pejalan kaki', riset menunjukkan bahwa 67,5 persen pejalan kaki mengeluh tidak nyaman dengan skuter listrik karena ketidakamanan dan sikap pengguna yang tidak tertib. Pejalan kaki sering merasa terganggu dan terancam dengan adanya skuter listrik di Jakarta.

1 dari 1 halaman

Poin Lainnya

Selanjutnya, terkait 'Mendukung pembatasan'. Dia mengatakan, survei menunjukkan 81,8 persen responden mendukung rencana pembatasan penggunaan skuter listrik di DKI Jakarta. Masyarakat lanjut dia membutuhkan regulasi yang mengatur skuter listrik.

"Soal regulasi ini yang bagus apakah ada demand (akan regulasi) Ada (kebutuhan akan regulasi). 81,8 persen pengguna jalan mendukung rencana pembatasan penggunaan skuter di DKI. Ada rancangan Gubernur melakukan ini. Ini saatnya ada regulasi ada kebutuhan untuk mengatasi fenomena ini," ungkapnya.

Terkait tujuan penggunaan skuter listrik, mayoritas penggunaan masih ditujukan untuk kepentingan rekreasi, yakni 65,2 persen. Hanya 34,8 persen responden menggunakan skuter untuk tujuan transportasi. Dengan kata lain, skuter listrik belum dianggap sebagai alat transportasi oleh responden.

Sementara terkait poin 'Persepsi Ketertiban' pengguna skuter listrik', 81,7 persen responden menganggap skuter listrik tidak tertib. Sisanya 18,3 persen responden menganggap skuter listrik tertib. [azz]

Baca juga:
Dishub DKI Bolehkan Skuter Listrik di Jalur Sepeda, Kecuali Grabwheels
Operasional Skuter Listrik Sepantasnya Dilarang Hingga Terbit Aturan
Mulai Hari Ini, Pengguna Skuter Listrik Melanggar Akan Ditilang
Pemprov DKI Kaji Aturan Penggunaan Skuter Listrik
Pemprov DKI dan Polisi Sepakat Skuter Listrik Dilarang Mengaspal di Jalan Raya
Penggunaan Skuter Listrik Diatur Dalam Pergub, Ada Batas Usia dan Kecepatan

Topik berita Terkait:
  1. Skuter Listrik
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini