Resmi, Hary Tanoe integrasikan 7 perusahaan sektor jasa keuangan

Jumat, 28 April 2017 17:07 Reporter : Idris Rusadi Putra
Resmi, Hary Tanoe integrasikan 7 perusahaan sektor jasa keuangan Hary Tanoe integrasikan perusahaan. Istimewa ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - MNC Group melalui PT MNC Capital Indonesia Tbk mengintegrasikan tujuh perusahaan sektor jasa keuangan di Surabaya, Jawa Timur. Integrasi perusahaan dilakukan untuk mendorong kinerja perseroan.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, didampingi oleh Komisaris MNC Group Liliana Tanoesoedibjo dan Direktur Utama MNC Kapital Andrew Haswin.

Emiten bersandi saham BCAP dengan sebutan MNC Financial Services itu menggabungkan tujuh unit bisnis di dalam Gedung Bursa Efek Surabaya. Ketujuh unit bisnis tersebut adalah PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP), PT MNC Life Assurance (MNC Life), PT MNC Asuransi Indonesia (MNC Insurance), PT MNC Finance (MNC Finance), PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing), PT MNC Sekuritas (MNC Sekuritas), dan PT MNC Asset Management (MNC Asset Management).

Direktur Utama MNC Kapital, Andrew Haswin mengatakan, integrasi MNC Financial Services merupakan salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan pelayanan, menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, bagi solusi keuangan yang lengkap.

"MNC Kapital ingin mewujudkan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan sinergi antar unit bisnis yang dinaungi melalui peresmian Integrated Financial Services," katanya dalam keterangan kepada di Jakarta, Jumat (28/4).

Peresmian Integrated Financial Services di Surabaya merupakan bagian dari rangkaian sinergi yang akan dilakukan di kota-kota lainnya di Indonesia. Di antaranya, Surabaya Jawa Timur, Denpasar Bali, Medan Sumatra Utara, dan Pekanbaru Riau.

"Kami ingin menyediakan one-stop financial solution bagi masyarakat Indonesia melalui layanan perbankan yang ditawarkan oleh MNC Bank, layanan pembiayaan atau kredit pribadi oleh MNC Finance, layanan perantara pedagang efek oleh MNC Sekuritas, produk asuransi jiwa oleh MNC Life, produk asuransi umum oleh MNC Insurance, layanan pembiayaan atau kredit usaha oleh MNC Leasing dan produk investasi reksadana oleh MNC Asset Management."

Dia mengklaim, layanan dan jasa keuangan yang dimiliki MNC Group dapat diakses masyarakat dengan lebih cepat, mudah, dan praktis. Sebab, seluruh anak usaha MNC Kapital berada dalam satu gedung yaitu di Gedung Bursa Efek Surabaya di Jalan Taman Ade Irma Suryani Nasution.

Andrew menjelaskan, pada dasarnya sinergi tersebut sudah diwujudkan di Kantor Pusat MNC Kapital di Jakarta. Tujuh unit bisnis di bawah naungan MNC Kapital beroperasi di Gedung MNC Financial Center sejak 2014.

Menurut dia, dengan berada di lokasi yang sama, ketujuh unit bisnis tersebut dapat berkoordinasi dan menjalin kerjasama dengan lebih mudah. Sehingga, menghasilkan program-program cross selling maupun bundling produk yang memberikan nilai tambah bagi nasabah.

Tidak hanya itu, kata dia, MNC Financial Services juga telah memperkuat digitalisasi di seluruh unit usaha melalui enhancement sistem baru, menyelesaikan migrasi sistem anak perusahaan ke private cloud, disaster recovery, sentralisasi contact center, dan pengembangan front end digital system sebagai fondasi untuk membangun multi channel distribution (omni channel).

MNC Media yang awalnya dimulai dari satu media televisi, kata dia, kemudian berkembang pesat menjadi grup media terbesar dan terintegrasi di Asia Tenggara melalui kehadiran media-media lainnya baik cetak, online, maupun new media. Sehingga, MNC Media memberikan jawaban bagi masyarakat akan kebutuhan informasi dan komunikasi melalui variasi media yang dimilikinya.

"Hal yang sama juga ingin kami aplikasikan di MNC Kapital. Kami yakin bahwa kinerja perusahaan ke depannya dapat ditingkatkan melalui sinergi antar anak perusahaan kami,” tuturnya.

Sepanjang tahun 2016, BCAP mengantongi pendapatan senilai Rp 2,28 triliun. Perolehan itu melonjak 17,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,95 triliun.

Adapun, liabilitas perseroan naik 11,41 persen year-on-year dari Rp 14,19 triliun menjadi Rp 15,81 triliun. Sedangkan, ekuitas melompat lebih tinggi 23,07 persen menjadi Rp 6,4 triliun dan total aset bertambah 14,55 persen menjadi Rp 22,21 triliun. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini