Danantara Borong Saham BUMN

Danantara mulai memborong saham BUMN pada 21–22 Oktober 2026 usai tekanan pasar pasca catatan MSCI. Pandu Patria memaparkan pertimbangan investasinya.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian- Reporter
Danantara Borong Saham BUMN
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai membeli saham-saham BUMN di pasar modal Indonesia pada Rabu (21/10/2026) dan Kamis (22/10/2026). Keputusan ini diambil karena valuasi emiten pelat merah dinilai semakin menarik di tengah prospek pertumbuhan yang baik, sekaligus merespons tekanan pasar pasca catatan MSCI yang berdampak pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyebut akumulasi pembelian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan serta potensi imbal hasil investasi.

"Dari kemarin, hari ini, kita sudah mulai beli saham-saham yang ada yang kami lihat menarik. Kita terus selama harga menarik, dengan prospek yang baik," ujar Pandu di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026).

Ia menambahkan, Danantara mengutamakan investasi berorientasi keuntungan dengan menimbang keseimbangan risiko dan peluang imbal hasil.

"Kami melihat sekarang dari sisi risk-reward menarik, dan kami juga sudah mulai masuk ke pasar modal. Tentunya itu akan bertambah terus tergantung nanti kondisi pasarnya," kata Pandu.

Prospek dan Fundamental Emiten Pelat Merah

Pandu menilai saham-saham BUMN memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan solid, sehingga memberi peluang investasi yang menjanjikan bagi Danantara.

"Prospek-prospek secara fundamental perusahaan-perusahaan yang ada di pasar modal Indonesia, apalagi yang merupakan BUMN, memang sangat menarik," ujar Pandu.

Ia menegaskan Danantara akan terus mencermati kondisi pasar dan kekuatan fundamental emiten sebelum menambah portofolio. Strategi ini diterapkan untuk menjaga potensi keuntungan dengan tetap memperhitungkan dinamika risiko pasar.

Rekomendasi