Eskalasi politik antara Kerajaan Arab Saudi dengan kelompok Houthi sampai saat ini masih memanas. Menteri Haji dan Umrah RI Moch Irfan Yusuf menyebut penerbangan direct atau langsung ke Jeddah, Arab Saudi untuk jemaah umrah masih aman.
Gus Irfan mengaku terus memantau kondisi di Arab Saudi. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan jemaah umrah yang ada di Arab Saudi maupun yang baru mau berangkat.
"Kami komunikasi dengan Kemlu (Kementerian Luar Negeri). Kita komunikasi dengan KBRI Riyadh maupun KJRI di Jeddah. Juga kita komunikasi dengan KUH (Kantor Urusan Haji) kita yang di Jeddah," ujarnya kepada wartawan usai Sai Fun Walk di Taman Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (18/10).
Meski eskalasi politik di Arab Saudi masih memanas, Gus Irfan menyebut untuk penerbangan langsung ke Jeddah ataupun Mekkah, Arab Saudi masih dalam kondisi aman. Ia mengatakan penerbangan langsung dari Indonesia ke Jeddah, Arab Saudi sampai saat ini belum ada yang dibatalkan.
"Mungkin ada delay-delay 1-2 jam, tapi tidak sampai harus dibatalkan. Tapi untuk penerbangan yang transit beberapa mengalami delay panjang bahkan ada yang ditunda," kata dia.
Gus Irfan menyebut terdapat dua warga negara Indonesia (WNI) yang mengalami luka akibat serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Dua korban tersebut menjadi korban saat menunggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi.
"Itu di Riyadh, tapi tidak sampai meninggal. Saya kemarin ketemu Wakil Menlu dan Konjen di Jeddah, ada dua orang (terluka) dan Alhamdulillah sudah kembali semuanya," kata Gus Irfan.
Gus Irfan mengimbau kepada jemaah umrah agar terus berkomunikasi dengan agen perjalanan maupun Kantor Kementerian Haji dan Umrah yang ada di daerah. Hal tersebut untuk memantau kondisi di Arab Saudi.
"Untuk travel-travel, kami setiap kali selalu komunikasi, terutama dengan asosiasi-asosiasi yang menjadi induk dari travel-travel itu untuk bisa mengupdate perkembangan terakhir," ucapnya.
Sementara terkait Sulsel Expo UMKM Ekonomi Haji dan Umrah 2026, Gus Irfan mengungkapkan jemaah haji dan umrah Indonesia bisa menghabiskan uang sebesar Rp4 triliun per tahun hanya untuk membeli oleh-oleh. Kondisi tersebut seharusnya menjadi peluang, agar uang jemaah haji dan umrah tidak dihabiskan di Arav Saudi untuk berbelanja oleh.oleh.
"Itu kan angka yang luar biasa besar. Padahal sebagian besar itu produk-produk dari Indonesia juga. Seperti (boneka) onta-ontaan itu yang banyak dibuat dna bahkan diproduksi di sini juga," beber Gus Irfan.
Selain boneka, Gus Irfan juga menyebut sejumlah pakaian yang dijual di Arab Saudi juga ada diproduksi di Indonesia. Hal itulah yang membuat Kementerian Haji dan Umrah berpikir agar jemaah haji lebih baik membeli barang-barang tersebut di Indonesia daripada di Arab Saudi.
"Kita berpikir dan berupaya bagaimana tidak perlu dikirim ke sana. Jemaah cukup membeli di sini sehingga perputaran uangnya pun cukup di sini," kata Menhaj RI Gus Irfan.
Advertisement
Expo UMKM Ekonomi Haji dan Umrah 2026
Gus Irfan menjelaskan Sulsel Expo UMKM Ekonomi Haji dan Umrah 2026 bukan yang pertama kali di Indonesia. Sebelumnya, Expo UMKM juga digelar di Madiun dan Denpasar
"Kita menggelar Expo di beberapa daerah di seluruh Indonesia. Kemarin di Madiun, kemudian di Denpasar, hari ini di Gowa Makassar ini. Setelah ini ada di Medan, Jogja (Yogyakarta), maupun di Kudus atau di Padang," sebutnya.
Gus Irfan pun berharap dipelaksanaan Sulsel Expo UMKM Ekonomi Haji dan Umrah 2026 bisa mencatatkan transaksi sebesar Rp10 miliar. Gus Irfan mengaku di Expo UMKM yang digelar di Madiun, Jawa Timur, transaksi bisa mencapai Rp12 miliar.
"Kita berharap di sini (transaksi) bisa Rp10 miliar. Masih awal ini. Mudah-mudahan tahun berikutnya akan lebih berkembang lagi," kata Menhaj RI.
Target transaksi sebesar Rp10 miliar bukan hal berat. Alasannya, jemaah haji asal Sulsel bisa membelanjakan uangnya untuk membeli oleh-oleh di Arab Saudi bisa mencapai Rp1-Rp1,5 triliun.
"Dari total Rp4 triliun untuk Indonesia. Kita amati yang banyak belanja itu teman-teman (jemaah haji) dari Sulsel yang banyak belanja. Sehingga saya perhatikan dari Rp 4 T itu, paling tidak Rp1 sampai 1,5 triliun itu," pungkasnya.
Sementara Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Prof Dr Jaenal Effendi, mengatakan, expo tersebut diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu ditargetkan mampu mendorong transaksi hingga puluhan miliar rupiah. "Harapan kami dari kegiatan expo ini, dengan animo yang sangat positif dari masyarakat Sulawesi Selatan, bisa ada transaksi puluhan miliar, sebagaimana yang sudah kita lakukan di tempat-tempat lain," kata Jaenal.
Menurutnya, daya beli jemaah haji asal Sulsel menjadi potensi yang perlu dimanfaatkan oleh UMKM lokal. Selama ini, kebutuhan oleh-oleh haji masih banyak dikaitkan dengan pembelian di Arab Saudi. Padahal, produk serupa berpeluang diproduksi dan dipasarkan oleh pelaku usaha dalam negeri.
Karena itu, expo ini diarahkan agar UMKM Sulsel mampu menyediakan berbagai kebutuhan oleh-oleh haji dan umrah. Upaya tersebut juga didukung melalui aplikasi toko daring yang memfasilitasi jual beli produk oleh-oleh untuk jemaah.
"Kalau UMKM di Sulawesi Selatan ini bisa menyuguhkan oleh-oleh sendiri, artinya tidak usah beli jauh-jauh di Saudi, belinya di lokal saja," ujarnya.
Advertisement
Libatkan 200 UMKM
Jaenal menyebut, sekitar 200 UMKM dari berbagai bidang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Expo ini juga menghadirkan mitra strategis, termasuk penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Tak hanya mengejar transaksi selama pameran, Kementerian Haji dan Umrah juga mendorong produk lokal naik kelas.
Agenda business matching dengan sejumlah trader internasional, termasuk mitra dari Arab Saudi, disiapkan untuk membuka peluang kerja sama dagang.
Jaenal berharap, kegiatan serupa dapat berlanjut dan berkembang dari skala lokal menjadi regional hingga nasional.
Dengan begitu, UMKM yang memiliki produk unggulan dapat memperluas pasar, termasuk menembus pasar internasional.
“Kita harapkan mereka bisa naik kelas, bisa go international. Kita akan pilih produk-produk yang potensial, terutama untuk kebutuhan dalam negeri maupun
Caption: Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan saat gelaran Sai Walk Run di Taman Sultan Hasanuddin Makassar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9360101/original/000158300_1790590068-IMG_8821.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374907/original/076105000_1792084216-5b58e1de-d7e0-4e2b-a534-ec0b4666eeb9.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3551695/original/079883400_1629956655-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376285/original/020199500_1792326592-WhatsApp_Image_2026-10-18_at_18.50.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374811/original/087030700_1792069612-IMG_8677.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374827/original/038336400_1792071017-IMG_8685.jpeg)