Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diproyeksikan bakal menjadi angin segar bagi perekonomian warga di tingkat akar rumput. Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkirakan skema distribusi pangan dan barang bersubsidi melalui KDKMP mampu menekan pengeluaran rumah tangga hingga Rp200.000–Rp300.000 setiap bulannya.
Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi menjelaskan bahwa potensi penghematan belanja keluarga tersebut dapat terwujud berkat penyaluran komoditas bersubsidi yang dialirkan secara langsung melalui koperasi.
KDKMP ditunjuk menjadi rantai distribusi resmi untuk sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari LPG 3 kilogram, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Minyakita, hingga pupuk.
"Setiap keluarga nanti diperkirakan dapat menghemat rata-rata sekitar Rp200.000–Rp300.000 per bulan karena seluruh komoditas bersubsidi akan disalurkan melalui KDKMP,” kata Zabadi pada Wisuda Ke-34 Universitas Nusa Bangsa di Bogor, dikutip Antara, Minggu (18/10).
Langkah penunjukan koperasi ini bertujuan memastikan barang bersubsidi benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak dengan patokan harga yang sesuai ketetapan pemerintah. Dengan demikian, beban belanja bulanan masyarakat dapat berkurang secara signifikan.
Tidak hanya mengurus distribusi barang masuk, KDKMP juga diproyeksikan memainkan peran ganda sebagai offtakeratau penyerap hasil produksi warga desa. Koperasi siap menampung komoditas pertanian, perikanan, serta produk usaha lokal agar para produsen mendapatkan kepastian harga dan akses pasar yang stabil.
Advertisement
Jadi Penahan Benturan
Zabadi menambahkan, koperasi juga difungsikan sebagai penahan benturan saat harga pasar merosot. Misalnya pada komoditas beras, KDKMP akan menyerap hasil panen petani ketika harga di pasaran berada di bawah batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
Ke depan, KDKMP diposisikan sebagai tulang punggung infrastruktur penyaluran berbagai program strategis pemerintah di tingkat desa dan kelurahan, termasuk bantuan pangan, akses pembiayaan, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kemenkop optimistis penguatan peran koperasi lokal ini akan mendongkrak efektivitas program serta memperluas jangkauan layanan ekonomi warga.
Dampak positif lain dari program ini adalah terciptanya peluang kerja baru secara masif. Zabadi mengungkapkan bahwa jika lebih dari 83.000 koperasi yang diproyeksikan masing-masing menyerap 10 hingga 17 tenaga kerja, maka KDKMP berpotensi membuka 1 juta hingga 1,5 juta lapangan kerja baru.
Guna mengawal keberlanjutan model bisnis ini, Zabadi turut mengajak kalangan perguruan tinggi dan para lulusan sarjana untuk mengambil peran aktif melalui riset, inovasi, serta pengembangan ekosistem koperasi di daerah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374949/original/074571300_1792114740-Gerai_Koperasi_DesaKelurahan_Merah_Putih__KDKMP__Meruya_Selatan-16_Oktober_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376112/original/073125100_1792306902-WhatsApp_Image_2026-10-18_at_12.40.40.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376106/original/082117900_1792305956-WhatsApp_Image_2026-10-18_at_12.41.36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328440/original/005628000_1787194888-pal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376002/original/036051400_1792292686-WhatsApp_Image_2026-10-18_at_08.44.53.jpeg)