Getty Images Ajukan Kebangkrutan, Terjerat Utang Rp37,7 Triliun

Getty Images mengumumkan rencana restrukturisasi lewat prepackaged Chapter 11 dan kembali menjadi perusahaan privat; proses ditargetkan rampung akhir 2026.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Getty Images Ajukan Kebangkrutan, Terjerat Utang Rp37,7 Triliun
<p>Ilustrasi bangkrut (Foto: Melinda Gimpel/Unsplash)</p>

Getty Images berencana mengajukan perlindungan kebangkrutan melalui restrukturisasi, menargetkan proses selesai akhir 2026 dan mengembalikan perusahaan menjadi entitas privat.

Mengutip The Straits Times, Kamis (15/10/2026), perusahaan mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan kreditur utama untuk memulai proses prepackaged Chapter 11, yakni restrukturisasi kebangkrutan yang didukung kreditur sebelum masuk pengadilan. Setelah restrukturisasi, afiliasi keluarga Getty dan Koch Equity Development akan memiliki 100 persen saham perusahaan dan berkomitmen menyediakan tambahan modal hingga US$ 533 juta atau sekitar Rp 9,58 triliun (asumsi kurs Rp 17.968 per dolar AS).

Kesepakatan itu mencakup penghapusan surat utang tanpa jaminan senilai US$ 270 juta. Para kreditur berjaminan juga menyetujui penurunan biaya bunga dan perpanjangan jatuh tempo. Koch Equity Development turut menyediakan pembiayaan tambahan sampai US$ 143 juta atau sekitar Rp 2,57 triliun, sementara perusahaan menegaskan operasional berjalan normal dan pemasok akan dibayar penuh.

"Tidak ada dampak yang diperkirakan terhadap kontributor konten, mitra, pelanggan, atau karyawan di seluruh jaringan global perusahaan," kata Getty Images dalam pernyataannya.

Penghapusan Pencatatan Saham dan Tekanan Utang Getty Images

Restrukturisasi menjadi langkah penting bagi Getty Images yang kini menghadapi tekanan utang sekaligus persaingan dari layanan gambar berbasis kecerdasan buatan generatif. Upaya penggabungan usaha dengan pesaing Shutterstock sebelumnya tidak diteruskan.

Pada Agustus 2026, Getty Images menarik panduan keuangan tahunannya dan menunjuk Guggenheim Securities untuk memberi nasihat mengenai alternatif pendanaan dan pengelolaan neraca.

Per 30 Juni 2026, total utang perusahaan mencapai sekitar US$ 2,1 miliar atau sekitar Rp 37,73 triliun. Perusahaan juga melaporkan rugi sebesar US$ 206,1 juta sepanjang 2025.

Saham Getty Images merosot sekitar 99 persen sejak kembali melantai di bursa melalui skema perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) pada 2022. Saat pencatatan awal, valuasinya sempat mencapai sekitar US$ 4,8 miliar, namun kapitalisasi pasar tercatat hanya US$ 20,74 juta pada penutupan perdagangan Jumat sebelum pengumuman restrukturisasi.

Pada akhir September 2026, Bursa Efek New York memulai proses penghapusan pencatatan saham Getty Images setelah harga saham diperdagangkan di bawah US$ 1.

Restrukturisasi diharapkan dapat mengurangi beban utang dan memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Meski kembali menjadi perusahaan privat, Getty Images tetap menghadapi tantangan mempertahankan posisinya di industri konten visual di tengah perkembangan AI generatif.

Rekomendasi