Dari Nelayan ke Konservasi: Aksi Selamatkan Penyu Pantai Biaung

Nelayan Pantai Biaung Bali bersama Pertamina Patra Niaga tergerak lestarikan penyu lekang hingga lepas ribuan tukik.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Dari Nelayan ke Konservasi: Aksi Selamatkan Penyu Pantai Biaung
Dari Nelayan ke Konservasi: Aksi Selamatkan Penyu Pantai Biaung

 

Berawal dari rasa peduli saat melihat penyu lekang (Lepidochelys olivacea) mendarat dan bertelur di Pantai Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Bali, sekumpulan nelayan setempat kini tergerak aktif menjaga kelestarian satwa dilindungi tersebut.

Langkah ini diperkuat melalui Program Konservasi Penyu Berbasis Masyarakat yang didampingi oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus lewat Fuel Terminal (FT) Sanggaran bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Sari Segara Kesiman Kertalangu.

Kepedulian warga pesisir ini berawal dari kebiasaan sehari-hari mereka. Awalnya, warga secara mandiri mengamankan telur, memantau sarang, hingga memindahkan telur yang terancam bahaya ke lokasi penetasan semi-alami. Gerakan swadaya sederhana itu kini berkembang menjadi aksi pelestarian yang terorganisasi berkat pendampingan dari FT Sanggaran.

Ketua POKMASWAS Sari Segara Kesiman Kertalangu, I Made Bagus Mahayana, mengungkapkan bahwa kepedulian lingkunganlah yang mendorong para nelayan mengambil peran dalam gerakan ini.

"Awalnya kami adalah nelayan. Karena sering melihat penyu naik ke Pantai Biaung untuk bertelur, kami mulai ikut mengamankan telur-telurnya. Dari situ kami belajar memantau sarang, merelokasi telur yang berisiko ke tempat penetasan, hingga nantinya tukik menetas dan dilepasliarkan kembali," tutur I Made Bagus Mahayana, Selasa (13/10).

Lewat program pendampingan, sebanyak 13 anggota POKMASWAS dibekali keterampilan teknis dan keahlian terstruktur. Mereka mempelajari pemantauan sarang, relokasi telur, pengelolaan tempat penetasan (hatchery), pencatatan perkembangan, hingga proses pelepasliaran tukik. Hingga tahun 2026, inisiatif konservasi ini sukses menetaskan dan melepasliarkan ribuan tukik kembali ke habitat alaminya.

Pelibatan Warga Lokal

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa pelibatan warga lokal merupakan pilar utama perusahaan dalam menjaga keanekaragaman hayati melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

"Pertamina berkomitmen mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui program yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama konservasi. Melalui pendampingan POKMASWAS Sari Segara Kesiman Kertalangu, kami mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan inovasi teknologi, serta pengembangan edukasi dan aktivitas ekonomi alternatif yang selaras dengan prinsip konservasi. Dengan demikian, upaya menjaga kelestarian penyu dapat berjalan beriringan dengan penguatan kemandirian masyarakat pesisir," jelas Ahad.

Selain mengasah keahlian teknis, pendampingan ini difokuskan pada keberlanjutan program lewat pengembangan sistem pemantauan, penerapan inovasi teknologi, serta penyediaan fasilitas edukasi guna memperluas kepedulian publik akan pentingnya menjaga penyu dan kawasan pesisir.

Pendekatan berbasis komunitas ini menempatkan warga lokal sebagai pilar utama pelestarian penyu dari awal pemantauan hingga tukik dilepas ke laut. Dengan peningkatan kapasitas serta pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu menjalankan aksi konservasi ini secara mandiri sekaligus menjaga ekosistem Pantai Biaung.

Rekomendasi